- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Puluhan Hektare Sawah dan Infrastruktur Rusak Disapu Banjir
LAHAT, SIMBUR – Sedikitnya 20 hektare sawah siap panen milik warga di 4 desa di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat luluh lantak disapu bandir bandang. Bencana banjir terjadi pada Sabtu (8/5) lalu usai berbuka puasa.
Selain sawah, jembatan, rumah, kolam pemandian air hangat, tembok penahan tanah, talut, dan kolam ikan juga tak luput dari terjangan air bah yang menggulung di Sungai Pinindaian dan Sungai Air Hangat. Aliran sungai itu menelusuri Desa Tanjung Bulan, Penandingan, Tanjung Sakti dan Negeri Kaya, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi.
Meski tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir kali ini, namun puluhan petani padi dan warga setempat mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Mendengar adanya musibah yang melanda rakyatnya di bagian ujung wilayah Kabupaten Lahat itu, Bupati Cik Ujang SH langsung meninjau lokasi. Bandir bandang tersebut telah mengakibatkan kerugian, khususnya bagi para petani.
“Dinas terkait segera turun untuk mendata. Semua lahan sawah dan infrastruktur yang rusak akibat becana ini, akan didata BPBD untuk segera ditindaklanjuti,” perintah Cik Ujang, Minggu (9/5).
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Penandingan, Leo Andika SE mengatakan, warga yang terdampak akibat bencana banjir bandang yang terjadi menjelang berbuka puasa itu, cukup banyak “Lahan sawah 9 hektare, rumah rusak ringan 8 unit, 2 jembatan yakni jembatan beton usaha tani, jembatan gantung, TPT 100 meter, talut, dan 10 petak kolam ikan, namun ini masih data sementara,” urai Leo.
Sementara itu, Camat Tanjung Sakti Pumi, Yefri Kurniawan, S. STP MM menyampaikan, hari semua data korban yang terdampak banjir bandang dari setiap Desa sudah dicatat dan siap untuk dilaporkan kepada Bupati dan BPBD Kabupaten Lahat. “Terdata 20 hektar sawah dan 22 rumah yang terkena bandir bandang data ini laporan dari 4 Desa, dengan katagori 1 unit rumah rusak berat dan 2 hektar di Desa Tanjung Bulan rusak tidak bisa diolah kembali,” sebutnya.(red/rel)



