- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Semua Kecamatan Zona Merah
PALEMBANG, SIMBUR – Seluruh wilayah kota Palembang yang terdiri dari 18 kecamatan berstatus zona merah. Hal itu diketahui berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang yang dirilis pada Senin (10/5).
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan SKM MEpid mengatakan, semua kecamatan tidak terjadi penurunan selama tiga minggu terakhir. “Semua kecamatan tidak terjadi penurunan kasus lebih dari 50 persen dalam tiga minggu terakhir. Dibandingkan antara minggu terakhir dengan puncak kasus pada tiga minggu tersebut,” jelas Yudhi dikonfirmasi Simbur, Senin (10/5).
Menurut Yudhi, Dinkes Kota Palembang telah bekerja sama dengan seluruh 41 puskesmas. Tujuannya untuk melakukan sosialisasi kepada camat dan lurah di wilayah masing-masing. “Untuk sosialisasi Dinkes sudah bekerja sama dengan petugas di 41 puskesmas yang ada di Kota Palembang supaya menyampaikan kepada lurah dan camat setempat,” ungkapnya.
Diketahui, konfirmasi positif Covid-19 di Palembang per 10 Mei 2021 bertambah 89 kasus sehingga totalnya menjadi 11.101 kasus. Lebih kurang 89,07 persen atau 9.888 kasus Covid di Palembang sudah sembuh. Pasien meninggal ada 486 kasus (4,37 persen).
Pasien masih dirawat, isolasi mandiri ada 727 kasus aktif (6,54 persen) yang tersebar di 18 kecamatan. Sementara, dari 107 kelurahan yang ada di Kota Palembang, terdapat 69 zona merah, 5 zona orange, 15 zona kuning, dan 15 zona hijau. Zonasi tingkat RT, sebanyak 352 RT berada di zona kuning.
Ditanya varian baru B.1.617 yang diduga berasal dari masuknya warga negara India ke Indonesa, khususnya ke Kota Palembang, Yudhi mengatakan belum mendapat informasi resmi mengenai itu. “Untuk varian baru, saya belum dapat info resmi,” ujarnya.(kbs)



