- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jadi Pusat Kajian Islam dan Wisata Religi
OKI, SIMBUR – Penataan kawasan Masjid Agung Sholihin Kayuagung tahun 2021 ini, dilakukan Pemkab Ogan Komering Ilir. Diprediksi pembangunannya akan meningkatkan geliat keagamaan, serta wisata dibidang religi.
Pembangunan dan penataan kawasan Masjid Agung Sholihin akan meningkatkan fungsi Masjid. Selain memberikan keamanan dan kenyamanan, pengembangan ini renacananya ditambah pembangunan sejumlah fasilitas penunjang, seperti areal manasik haji, fasilitas pendidikan, potong hewan kurban.
H Iskandar SE selaku Bupati OKI, melalui Ir Asmar Wijaya sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (PRKP) OKI, mengatakan pengembangan kawasan masjid merupakan inisiasi Bupati OKI H Iskandar SE, sebagai perwujudan OKI lebih Maju, Mandiri dan Sejahtera (Mandira) yang berlandaskan Iman dan Taqwa.
“Kita lakukan dalam dua tahap. Untuk tahun ini berupa pembangunan ruang pertemuan, perbaikan Menara, penggantian lantai masjid serta beberapa penambahan ruang” Ungkap Asmar, Selasa, (6/4/21). Sementara pada tahapan ke dua (tahun 2022) tambah Asmar dilakukan pengembangan sekitaran masjid dan pagar keliling.
H Antonius Leonardo sebagai Ketua Masjid Agung Sholihin Kayuagung menyebutkan kawasan Masjid Agung di pinggiran Sungai Komering itu, memiliki unsur historis dan religi yang bisa dikelola, tanpa menanggalkan fungsi utamanya sebagai pusat dakwah dan studi agama Islam.
“Masjid Agung Sholihin milik umat dan juga merupakan aset Pemda OKI, layak untuk dikembangkan jadi pusat wisata religi untuk membangun perekonomian masyarakat sekitar” terang Anton.
Anton menerangkan geliat kegamaan dan aktivitas sosial di Masjid milik pemda ini terus berkembang mulai dari Pendidikan anak-anak melalui TPA, penghapal Al qur’an, kajian keislaman hingga pembinaan ekonomi kemasyarakatan.
“Masjid bukan hanya pusat beribadah tapi manfaatnya juga bagi warga sekitar”, terang Anton. Anton mengungkap dana yang dikelola Masjid Agung Sholihin mencapai 1 Milyar Rupiah pertahun. Dana yang diperoleh dari zakat, infak, shodaqah dan arisan kurban jema’ah masjid itu tambah Anton tidak mengendap direkening masjid namun dimanfaatkan bagi warga yang berhak.
“Dana dari infaq dan shadaqoh itu di kelola dengan manajemen yang baik seperti bantuan yatim piatu, umrah gratis, sisanya untuk operasional masjid” terang pria yang juga menjabat Asisten I Setda OKI ini. Pada masa pandemi Covid-19 terang Anton Masjid menyalurkan bantuan bagi anak yatim di Kecamatan Kota Kayuagung.
“Ada ratusan anak yatim yang jadi anak asuh Masjid. Kita bantu 500 ribu per bulan selama tiga bulan, untuk meringankan beban mereka pada masa pandemi”,terangnya.
Atas nama jemaah dan pengurus Masjid Agung Anton mengapresiasi Pemkab OKI yang secara intens membantu Masjid Agung Sholihin serta membangun pengembangan Kawasan Masjid Agung Sholihin. “Alhamdulillah kami sangat apresiasi kepedulian Pak Bupati yang sudah membangun Masjid Agung Sholihin,”, cetusnya. (red/rel)



