- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Nilai Tukar Petani Naik Signifikan
PALEMBANG, SIMBUR – Tercatat di bulan Maret 2021 nilai tukar petani atau NTP Sumsel naik 104,99 atau sebesar 2,91 persen, dibanding NTP bulan lalu. Badan Pusat Statistik atau BPS Sumsel menyatakan, kenaikan NTP ini dipengaruhi indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan rata-rata 3,12 persen.
Sedangkan rata-rata indeks yang dibayarkan petani atau Ib, hanya mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen. Dikatakan Ir Endang Tri Wahyuningsih selaku Kepala BPS Sumsel, kenaikan NTP bulan Maret 2021, dipengaruhi naiknya NTP pada subsektor perkebunan yang cukup tinggi sebesar 4,59 persen. Kemudian subsektor peternakan sebesar 0,51 persen.
“Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan yaitu tanaman pangan sebesar 1,94 persen, hortikultura 0,64 persen, perikanan secara umum 0,74 persen, perikanan tangkap 0,08 persen dan perikanan budidaya 1,71 persen,” cetusnya.
Dalam rilis perkembangan Inflasi, Nilai Tukar Petani, Pariwisata dan Transportasi Provinsi Sumsel secara live streaming, Kamis (1/4/21). Endang menegaskan, pada bulan Maret 2021, di Sumsel terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,17 persen, yang disebabkan naiknya rata-rata harga indeks di kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau yang naik sebesar 0,23 persen.
Lalu pakaian dan alas kaki 0,15 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,24 persen. Kemudian perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,56 persen, kesehatan 0,14 persen. Informasi komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,06 persen dan penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,01 persen.
Sedangkan untuk kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok Transportasi sebesar 0,18 persen dan Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya turun 0,02 persen.“Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumatera Selatan Maret 2021 sebesar 105,77 atau naik sebesar 2,80 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” tukasnya. (red/rel)



