- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Proaktif Edukasi Manfaat Bank Syariah
PALEMBANG, SIMBUR – Pimpinan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Regional Office III Palembang melakukan audiensi dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Rabu (12/2/21). Dikatakan Dedy Suryadi Darmawan selaku Region CEO PT Bank Syarih Indonesia Tbk Regional Office III Palembang. Pada 21 Januari 2021 kemarin, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah telah resmi bergabung (marger).
Untuk wilayah Sumatera membawahi 6 provinsi, mulai dari Sumatera Barat hingga Lampung dengan kantor Kanwil berpusat di Palembang, Sumsel. “Kantor utama ada di Jala Rivai Palembang. Saat ini kita telah memiliki 30 cabang di seluruh daerah di Sumsel,” ujarnya.
Dedy menambahkan, saat ini aset BSI sekitar 140 triliun dan menjadi yang terbesar, maka dari itu ia optimis Bank Syariah Indonesia bisa mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia, termasuk di Sumsel sebagai alternatif bagi masyarakat.
“Kita menemui Gubernur Sumsel ini, untuk meminta support dan berharap bisa diterima sebagai keluarga besar di Sumsel,” ucapnya.
Deru sendiri meminta agar Bank Syariah Indonesia, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan manfaat ekonomi kerakyatan secara syariah.
“Masyarakat kita tentu, membutuhkan pencerahan atau edukasi, bagaimana konsep yang dijalankan dari Bank Syariah. Utamanya, dalam rangka membangun ekonomi kerakyaan secara syar’i,” tegas Deru.
Lebih lanjut Deru mengatakan, dirinya menyambut baik kahadiran BSI di Sumsel. Mengingat 90 persen dari sekitar 85 juta penduduknya beragama Islam. Keberadaan komunitas muslim yang besar ini, lanjutanya tentu menjadi pangsa pasar strategis, dalam pengembangan perbankkan syariah di Sumsel.
“Kehadiran BSI di Sumsel ini utamanya bagi pelaku ekonomi dan pelaku usaha muslim, sangat memberikan harapan, karena Sumsel orangnya taat azas. Orang Sumsel fanatik agamanya, tetapi patuh dengan aturan negara,” ucapnya.
Maka Bank Syariah harus dapat memberikan kontribusinya dalam pelaksanaan jalannya program pemerintah daerah, seperti memberikan corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar.
Salah satunya CSR berupa signal internet, disekitar area pelayanan, sebagai upaya dalam membantu masyarakat yang menjalankan usaha melalui jaringan internet, termasuk membantu para anak didik yang belajar secara daring.
“Kedepan ini ada Festival Anak Soleh Se-Indonesia, yang akan digelar di Sumatera Selatan. Saya harap juga Bank Syariah dalam memberikan kontribusinya, selain memberikan edukasi pada masyarakat kita,” cetusnya.
Kemudian luasnya wilayah Sumsel, merupakan tantangan bagi Bank Syariah dalam mensosialisasikannya ke masyarat. Namun dirinya yakin hal itu tidak jadi masalah karena kondisi infrastruktur jalan di Sumsel sudah rampung diperbaiki.
Untuk itu dia minta Bank Syariah dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam menjawab kebutuhan masyarakat tanpa harus mematikan bank syariah yang dimiliki oleh daerah.
“Pemerintah Sumsel telah memiliki berbagai program, seperti Bank Wakaf Mikro, Program Rumah Tahfidz dan memiliki ribuan pondok pesantren yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Ini juga menjadi bagian tanggung jawab dari BSI,” tukasnya. (red/rel)



