- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Optimis Bangun Pelabuhan Samudera Tanjung Carat
PALEMBANG, SIMBUR – Bakal segera dibangunnya Pelabuhan Samudera Tanjung Carat, menjadi kabar baik bagi warga Sumsel, mengingat selama ini Sumsel kaya hasil alam dan potensi pertanian, namun sama sekali belum memiliki pelabuhan sendiri yang representatif. Bahkan pemerintah pusat memutuskan menyetujui pembangunan pelabuhan laut dalam, Tanjung Carat Sumsel dalam Proyek Stategis Prioritas Nasional.
Menindak lanjuti hal itu dan hasil rapat bersama Menteri Perhubungan, Kepala Bappenas, dan Menteri Keuangan, dimana Ground Breaking-nya direncanakan pada akhir tahun 2021 ini juga. Maka Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama rombongan, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel Drs H Edward Chandra MH; Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Dr Ekowati Retnaningsih SKM M Kes, para Kepala OPD dan pihak terkait lainnya, meninjau Tanjung Carat, Sabtu (13/2).
Peninjauan ini untuk melihat titik atau spot lokasi pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api. Rombongan bergerak menggunakan kapal patroli Ditjen Bea dan Cukai BC 9004 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Api-api.
Dari atas kapal, Gubernur mendapatkan penjelasan langsung dari Kakanwil DJBC Sumatera Bagian Timur, Dwijo Muryono, terkait kedalaman laut disekitar bibir pantai, lokasi yang akan menjadi tempat terminal dan pelabuhan Tanjung Carat.
Deru pun dengan tropong melihat daratan sekitar pantai, yang nantinya bakal dijadikan sebagai lokasi dibangunnya terminal petikemas, pusat perkantoran, pergudangan dan pusat besandarnya kapal di Pelabuhan Tanjung Carat ini nantinya.
Deru optimis, pelabuhan Tanjung Carat akan terwujud, mengingat tidak ada lagi masalah dilapangan. Diantaranya Rencana Induk Pelabuhan (RIP) dan penlok sudah ada, sedang jalan menuju pelabuhan dalam proses. Pemprov menyiapkan lahan 600 hektar, termasuk untuk terminal petikemas, kantor dan lokasi pembangunan gudang.
Sedangkan untuk RT/RW Kabupaten Banyuasin sudah selesai, artinya kawasan tersebut sudah siap untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kita terimasih banyak pada Bapak Presiden dan jajaran Menteri Kabinet-nya, yang telah memasukan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat ini sebagai proyek strategis prioritas nasional. Yang akhir tahun 2021 dilakukan ground breaking dan ditargetkan presiden tahun 2023 pelambuhan Tanjung Carat selesai,” cetusnya.
“Yang jelas banyak dampak positif yang akan dirasakan warga Sumsel, dengan keberadaan pelabuhan ini nantinya. Investor akan mudah datang ke Sumsel. Tenaga kerja lokal kita akan terserap, belum lagi akan ada keuntungan ekonomis lainnya,” imbuhnya.
ia menyebut saat ini akses jalan ke pelabuhan Tanjung Carat sudah diambil alih oleh negara dan telah dilakukan pengerjaan sepanjang 1,8 Km dari 7 Km ke arah pelabuhan. Sedangkan jarak terminal dengan bibir pantai 600 meter tempat kapal bersandar.
“Artinya tidak ada alasan proyek ini tidak jalan. Karena syaratnya sudah lengkap dan sangat memadai,” imbuhnya.
Deru berharap, kedepannya aktifitas di pelabuhan Boom Baru Palembang, dapat segera dipindahkan ke kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api- Api (TAA). Begitu juga dengan industri dan pergudangan.
Karena aktifitasnya pelabuhan Boom Baru, saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan lagi, disamping terus terjadinya pendangkalan disekitar pelabuhan, yang mengakibatkan terbatasnya lalu lintas kapal ukuran besar, yang hendak bersandar di pelabuhan.
Setelah dipindah keberadaan Pelabuhan Boom Baru, nantinya hannya akan diperuntukan bagi kapal angkut penumpang saja. Keberadaan pelabuhan Boom Baru saat ini, tetap berperan penting dalam pendistribusian komoditi unggulan dan peningkatan pendapatan daerah Sumatera Bagian Selatan (Subagsel).
“Akses menuju Boom Baru kerap menyebabkan kemacetan, akibat angkutan petikemas, belum lagi masalah polusi. Jika pindah di KEK mobilitas angkutan dapat dipangkas biaya angkut akan lebih murah. Komuditas kita seperti kopi Sumsel akan lebih gampang dipasarkan. Karena kita penghasil kopi terbesar di Indonesia,” tambahnya.
Untuk mengatasi semua permasalahan yang terjadi di Pelabuhan Boom Baru, Pemprov Sumsel dari awal sudah memproyeksikan KEK TAA sebagai pusat ekonomi baru dalam perdagangan sekala Nasional maupun Internasional.
“Lokasi strategis yang dimiliki oleh KEK TAA yang berada tidak jauh jalur laut Intenasional, dan juga dukungan bagi lalulintas perdagangan bagi sumber daya alam yang melimpah di Sumsel,” terangnya.
Untuk mendukung lalulintas perdagangan domistik, ekspor-impor, Pelabuhan Laut Dalam (deep sea port) Tanjung Carat yang merupakan satu-kesatuan dengan pelabuhan laut Tanjung Api-Api menjadi solusi terbaik.
“Pelabuhan ini sudah termasuk dalam tatanan pelabuhan nasional atau tatanan transportasi terorganisir (Tatranas). Sehingga kita memberi perhatian penuh terhadap realisasi pelabuhan laut Tanjung Carat ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui berbagai upaya telah dilakukan Deru, untuk mempercepat terealisasinya pembangunan pelabuhan laut dalam (deep sea port) Tanjung Carat. Deru menyampaikan hal ini langsung kepada Presiden Jokowi saat kunkernya ke Palembang tanggal 26 Januari 2021 lalu.
Upaya Deru tersebut langsung direspon Presiden Jokowi, dimana Deru beberapa kali diundang dalam rapat dengan sejumlah pejabat dilingkup Pemerintah Pusat, membahas kejelasan Pelabuhan Tanjung Carat.
Dan terakhir pada Kamis (11/2) petang secara virtual Gubernur Herman Deru kembali ikut rapat bersama Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Menteri Perecanaan Pembangunan Nasional RI, Suharso Monoarfa, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dan sejumlah pejabat penting lainnya. (red/rel)



