- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Perwira TNI Gadungan Kelabui Mahasiswi
PALEMBANG, SIMBUR – Seorang perwira TNI gadungan dengan berpangkat letnan dua, Septian Wijaya (23) akrhirnya kena batunya. Pelaku yang beberapa hari tinggal di Living Kost, Jalan Sudirman, Kecamatan IT, ditangkap Kamis (28/1/21) sekitar pukul 15.00 WIB.
Tersangka Septian yang mengenakan baju loreng-loreng khas prajurit ini, ditangkap anggota Intel Kodim 0418 Palembang, kemudian digelandang ke Pos Intel Kodam II/Sriwijaya. Barulah keesokan harinya Jumat (29/1/21) diserahkan ke Polrestabes Palembang.
Dikatakan Komandan Tim Intel Kodam II/Sriwijaya Letda Inf Hariyanto, dalam penyerahan tentara gadungan ini, di SPKT Polrestabes Palembang. Tersangka TNI gadungan yang berpangkat perwira yakni Letda.
“Bahwa ini bukan kasus pertama tersangka Septian lakukan. Sebelumnya ia mengaku sebagai anggota polisi. Oleh korbannya dilaporkan, hingga ditangkap Jatanras Polda Sumsel. Sampai divonis 3,5 tahun di Rutan Pakjo tahun 2018,” ungkap Letda Inf Hariyanto kepada Simbur.
Septian sendiri mengaku baru 3 bulan belakangan jadi prajurit gadungan ini. “Pakai baju begini untuk cari uang, dari pam diperusahaan. Sebulan dapatlah Rp 6 juta,” ujarnya.
Untuk korbannya, Septian mengaku hanya satu saja. “Saya pindah-pindah tempat, kalau beberapa hari ini di Living Kost, di Jalan Sudirman. Dulu juga pernah ditangkap karena kasus polisi gadungan,” timpalnya.
Bunga (25) nama disamarkan, seorang mahasiswi yang menjadi korbannya. Katanya kenalan dengan pelaku dari medsos Line. “Pelaku add akun saya, daru situ kami berteman. Kemudian video call, sambil pakai baju seragam,” ujarnya.
Pelaku mengaku berdinas di Kodam II Sriwijaya. “Ngomongnya sangat menyakinkan, dari situ kita dekat dan jalan-jalan. Sampai dia minta duit Rp 4 juta, katanya jet pam bensin mobil dinasnya rusak,” jelasnya.
Setelah pelaku minta uang lagi Rp 8 juta, kali ini karena kecelakaan. Bunga mengatakan baru seminggu kenal dengan pelaku.
“Uang Rp 8 juta untuk ganti rugi korban kecelakaan. Mintanya maksa dan harus cash tidak mau ditransfer,” cetusnya.
Karena tidak ada uang, Bunga terpaksa menggadaikan kalung dan gelang emas setengah suku. Bunga yang menaruh curiga, kemudian melaporkan hingga terbongkar kedok, pelaku Septian Wijaya, tidak lain perwira tentara gadungan nyatanya. (nrd)



