Manusia Diberi Akal agar Pekerjaan Cepat Selesai

PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru, menyambut baik program “Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan” dari Komunitas Riau Mengaji, dibawah asuhan ustaz kondang Ahmad Al-Habsyi. Sebab program ini muaranya pada peningkatan dalam membaca Al-Qur’an dikalangan generasi muda.

Ustaz Ahmad Al-Habsyi dalam tausiahnya mengatakan agar para jemaah dapat senantiasa berbuat bijak dalam segala hal, berpikir positif dalam rangka menyederhanakan pekerjaan dengan niat mengabdi dan beribadah.

“Mari awali pekerjaan dengan menyebut Nama Allah Bismillah. Insya Allah, akan bernilai ibadah di sisi Allah. Selain itu, sebagai manusia kita  diberikan akal, bagaimana agar pekerjaan kita dapat diselesaikan secara cepat dan sesimple mungkin,” pesannya Jumat (15/1/21).

Di Sumsel sendiri, hanya dalam dua tahun ada 3500 lebih rumah tahfidz. Tumbuh pesatnya rumah tahfidz di Sumsel membuktikanbahwa warga Sumsel relegius dan cinta Al-Qur’an.

Deru mengatakan tausiyah ustadz kondang Ahmad Al-Habsyi sudah sepatut diapresiasi. Sebagai langkah untuk merefresh diri.

“Artinya, jajaran pejabat Pemprov Sumsel refresh ulang. Jangan bekerja hanya semata-mata tujuan materi.  Meskipun materi itu penting, tapi bekal kerohanian yang tidak kalah penting,” jelas Deru.

Kedepan Deru berharap kegiatan seperti ini, digelar tidak hanya setahun sekali. Tetapi saat moment besar, termasuk setelah pandemi Covid-19, dengan pesertanya tidak usah dibatasi sehingga di refresh lagi.

“Kerja yang  baik tanpa diikuti akhlak yang baik. Atau kerja baik tanpa ada ilmu agama yang mendasari akan menjadi sia-sia. Maka dari itu, penting diberikan siraman rohani. Agar kembali pada rel yang benar, dalam bekerja dan bertindak,” tekan Deru,

Heri Candra selaku Perwakilan Komunitas Riau mengaji, telah bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan memiliki cabang di Provinsi Sumsel, Provinsi Jambi dan Provinsi Sumut.

“Alhamdulilah Komunitas Riau Mengaji, mempunyai suatu gerakan yaitu program wakaf satu juta Al-Qur’an dengan pembinaan. Setahun berjalan komunitas ini baru mampu mengumpulkan dan mendistribusikan sebanyak 100.000 Al-Qu’an yang berada di beberapa daerah,” ungkapnya. (red/rel)