Warga Sumsel Turut Jadi Korban Pesawat Jatuh

PALEMBANG, SIMBUR – Warga Sumatera Selatan dikabarkan turut menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1). Pesawat yang takeoff pukul 14.36-15.44 WIB terdeteksi Basarnas signal Distres JATC, hilang kontak pukul 14.47 WIB pada Sabtu (9/1). Pesawat diduga jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Lima korban diketahui masih satu keluarga. Indah Halimah Putri merupakan warga Desa Sungai Pinang 2, Dusun 4, RT 7, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir. Dikabarkan, Indah pergi bersama suaminya Rizki Wahyudi, Arkana Nadhif Wahyudi (anak), Rosi Wahyuni (mertua), dan Nabila Anjani (saudara). Satu korban warga Sumsel lainnya, Rion Yogatama, warga Jalan Kenanga II Lintas Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau.

Branch Manager Maskapai Sriwijaya Air Palembang, Yudho Prihatin, dikonfirmasi Simbur terkait adanya warga Sumsel berada dalam pesawat Sriwijaya Air yang mengalami insiden  itu mengatakan, memang mendengar hal tersebut. “Saya mendengar juga. Informasinya ada warga Sumsel. Tetapi masih harus kami crosscheck dan pastikan dahulu. Saat ini saya masih berkoordinasi dengan tim di lapangan dan terus memantau. Setiap ada perkembangan pasti kami laporkan,” kata Yudo kepada Simbur, Sabtu (9/1).

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air B737-500 dikabarkan hilang pada ketinggian 11.000 ft mendaki 13.000 ft. Nelayan Pulau Lancang ada yang melihat pesawat jatuh disekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Tim SAR, Babinsa TNI, Pospol Pulau Lancang dikerahkan melakukan cross check lokasi. Nelayan melihat ada benda jatuh di laut. Getaran dan suaranya terdengar oleh warga.

Bambang Suryohadi, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas membenarkan pihaknya mendapat informasi adanya kecelakaan pesawat tersebut. Dikatakannya, Basarnas mendapat informasi pada pukul 14.55 setelah terjadi lost contact.

“Setelah kami pelajari, kami cepat melaksanakan  koordinasi dengan Cengkareng dan langsung menurunkan alutsita yang ada. Setelah mendapat kabar, kami berangkatkan tim ke lokasi pesawat itu jatuh yang berada di Pulau Laki dan Pulau Lancang, jaraknya 1,5—2 mil,” ungkap Bambang saat konferensi pers, Sabtu (9/1).

Informasi di lapangan, lanjut dia, ditemukan beberapa serpihan yang dicurigai. “Barang-barang tersebut sudah ada di kapal kami. Malam ini kami mencari titik lokasi di mana pesawat itu jatuh. Kami melakukan pencarian di kedalaman 20-23 meter. Kami belum tahu di mana posisi pastinya,” terangnya.

Senada diungkap Kepala Basarnas, Bagus Puruhito. Dia menyampaikan, Basarnas langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan menurunkan tim ke lokasi kejadian.  “Kami langsung mengarahkan empat kapal kami. Saat ini sudah berada di lokasi kejadian. Informasi yang kami dapat dari masyarakat,  ada serpihan dan belum tahu barang itu apa, tapi sudah ada di kapal Basarnas,” jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mendapat arahan dari Presiden untuk melakukan pencarian pesawat nahas tersebut. “Pukul 17.30 Presiden memberikan arahan kepada kami untuk maksimalkan upaya pencaharian,” ungkap Menhub.

Menhub menjelaskan, total penumpang 62 orang (50 penumpang beserta 12 kru). Dari 50 penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.  “Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar,” harap Menhub.

Sementara, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono  berharap agar upaya pencarian tubuh pesawat dan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dapat terlaksana dengan baik. “Semoga penyelamatan bisa dilakukan oleh Basarnas. Kami sedang berusaha mengumpulkan informasi dan sudah siap dengan kapal untuk diterjunkan,” ujarnya.(tim)

Manifes 62 Penumpang dan Kru Sriwijaya Air SJ-182

Paulus Yulius Kollo

Indra Wibowo

Aisah Dewi Handayani

Rifqi Maulana

Yulianto Yulianto

Suyanto Suyanto

Riyanto Riyanto

Angga Fernanda Afrion

Rion Yogatama

Arifin Ilyas

Sugiono Effendy

Yohanes Yohanes

Pipit Piyono

Panca Widia Nursanti

Beben Sopian

Razanah Razanah

Sarah Beatrice Aloma

Feliks Wenggo

Yohanes Suherdi

Ricko Ricko

Arneta Fauzia-Fao Nuntius Zai

Zurisya Zuar Zai

Umbu Kristin Zai

Kolisun Kolisun

Supianto-Daniya

Rusni

Rizki Wahyudi-Arkana Nadhif Wahyudi

Rosi Wahyuni

Indah Halimah Putri

Nabila Anjani

Makrufatul Yeti Srianingsih

Mulyadi Mulyadi

Khasanah Khasanah

Andi Syifa Kamila

Capt Didik Gunardi

Fadly Satrianto

Yunni Dwi Saputri

Isti Yudha Prastika

Grislend Gloria Natalies

Oke Dhurrotul

Rahmania Ekananda

Dinda Amelia

Fazila Ammara

Fathima Ashalina M

Asy Habul Yamin

Faisal Rahman

Iuskandar

Nelly

Ratih Windania

Yumna Fanisyatuzahra

Rahmawati Rahmawati

Toni Ismail

Athar Rizki Riawan

Ihsan Adhlan Hakim

Putri Wahyuni

Muhammad Nur Kholifatul Amin

Agus Minarni

Shinta