- Sidak Ranmor di Makodam II/Sriwijaya, Tertibkan Administrasi Kendaraan Dinas dan Pribadi
- Asrendam II/Sriwijaya Tutup Pelatihan Tugas dan Fungsi Satker Tahun 2026
- Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027
- Babinsa Koramil 402-07/Indralaya Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Rambutan
- Pramuka Dorong Lahirnya Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital
Warga Sumsel Turut Jadi Korban Pesawat Jatuh
PALEMBANG, SIMBUR – Warga Sumatera Selatan dikabarkan turut menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1). Pesawat yang takeoff pukul 14.36-15.44 WIB terdeteksi Basarnas signal Distres JATC, hilang kontak pukul 14.47 WIB pada Sabtu (9/1). Pesawat diduga jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.
Lima korban diketahui masih satu keluarga. Indah Halimah Putri merupakan warga Desa Sungai Pinang 2, Dusun 4, RT 7, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir. Dikabarkan, Indah pergi bersama suaminya Rizki Wahyudi, Arkana Nadhif Wahyudi (anak), Rosi Wahyuni (mertua), dan Nabila Anjani (saudara). Satu korban warga Sumsel lainnya, Rion Yogatama, warga Jalan Kenanga II Lintas Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau.
Branch Manager Maskapai Sriwijaya Air Palembang, Yudho Prihatin, dikonfirmasi Simbur terkait adanya warga Sumsel berada dalam pesawat Sriwijaya Air yang mengalami insiden itu mengatakan, memang mendengar hal tersebut. “Saya mendengar juga. Informasinya ada warga Sumsel. Tetapi masih harus kami crosscheck dan pastikan dahulu. Saat ini saya masih berkoordinasi dengan tim di lapangan dan terus memantau. Setiap ada perkembangan pasti kami laporkan,” kata Yudo kepada Simbur, Sabtu (9/1).
Diketahui, pesawat Sriwijaya Air B737-500 dikabarkan hilang pada ketinggian 11.000 ft mendaki 13.000 ft. Nelayan Pulau Lancang ada yang melihat pesawat jatuh disekitar Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Tim SAR, Babinsa TNI, Pospol Pulau Lancang dikerahkan melakukan cross check lokasi. Nelayan melihat ada benda jatuh di laut. Getaran dan suaranya terdengar oleh warga.
Bambang Suryohadi, Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas membenarkan pihaknya mendapat informasi adanya kecelakaan pesawat tersebut. Dikatakannya, Basarnas mendapat informasi pada pukul 14.55 setelah terjadi lost contact.
“Setelah kami pelajari, kami cepat melaksanakan koordinasi dengan Cengkareng dan langsung menurunkan alutsita yang ada. Setelah mendapat kabar, kami berangkatkan tim ke lokasi pesawat itu jatuh yang berada di Pulau Laki dan Pulau Lancang, jaraknya 1,5—2 mil,” ungkap Bambang saat konferensi pers, Sabtu (9/1).
Informasi di lapangan, lanjut dia, ditemukan beberapa serpihan yang dicurigai. “Barang-barang tersebut sudah ada di kapal kami. Malam ini kami mencari titik lokasi di mana pesawat itu jatuh. Kami melakukan pencarian di kedalaman 20-23 meter. Kami belum tahu di mana posisi pastinya,” terangnya.
Senada diungkap Kepala Basarnas, Bagus Puruhito. Dia menyampaikan, Basarnas langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan menurunkan tim ke lokasi kejadian. “Kami langsung mengarahkan empat kapal kami. Saat ini sudah berada di lokasi kejadian. Informasi yang kami dapat dari masyarakat, ada serpihan dan belum tahu barang itu apa, tapi sudah ada di kapal Basarnas,” jelasnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mendapat arahan dari Presiden untuk melakukan pencarian pesawat nahas tersebut. “Pukul 17.30 Presiden memberikan arahan kepada kami untuk maksimalkan upaya pencaharian,” ungkap Menhub.
Menhub menjelaskan, total penumpang 62 orang (50 penumpang beserta 12 kru). Dari 50 penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi. “Mohon doa restu dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar,” harap Menhub.
Sementara, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono berharap agar upaya pencarian tubuh pesawat dan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dapat terlaksana dengan baik. “Semoga penyelamatan bisa dilakukan oleh Basarnas. Kami sedang berusaha mengumpulkan informasi dan sudah siap dengan kapal untuk diterjunkan,” ujarnya.(tim)
Manifes 62 Penumpang dan Kru Sriwijaya Air SJ-182
Paulus Yulius Kollo
Indra Wibowo
Aisah Dewi Handayani
Rifqi Maulana
Yulianto Yulianto
Suyanto Suyanto
Riyanto Riyanto
Angga Fernanda Afrion
Rion Yogatama
Arifin Ilyas
Sugiono Effendy
Yohanes Yohanes
Pipit Piyono
Panca Widia Nursanti
Beben Sopian
Razanah Razanah
Sarah Beatrice Aloma
Feliks Wenggo
Yohanes Suherdi
Ricko Ricko
Arneta Fauzia-Fao Nuntius Zai
Zurisya Zuar Zai
Umbu Kristin Zai
Kolisun Kolisun
Supianto-Daniya
Rusni
Rizki Wahyudi-Arkana Nadhif Wahyudi
Rosi Wahyuni
Indah Halimah Putri
Nabila Anjani
Makrufatul Yeti Srianingsih
Mulyadi Mulyadi
Khasanah Khasanah
Andi Syifa Kamila
Capt Didik Gunardi
Fadly Satrianto
Yunni Dwi Saputri
Isti Yudha Prastika
Grislend Gloria Natalies
Oke Dhurrotul
Rahmania Ekananda
Dinda Amelia
Fazila Ammara
Fathima Ashalina M
Asy Habul Yamin
Faisal Rahman
Iuskandar
Nelly
Ratih Windania
Yumna Fanisyatuzahra
Rahmawati Rahmawati
Toni Ismail
Athar Rizki Riawan
Ihsan Adhlan Hakim
Putri Wahyuni
Muhammad Nur Kholifatul Amin
Agus Minarni
Shinta



