Tiga Daerah di Sumsel “Nyaman” Lama Berstatus Zona Orange, Lahat Kembali Pindah ke Zona Merah

PALEMBANG, SIMBUR – Tiga daerah di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Banyuasin menjadi sorotan pemerintah pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19. Itu karena tiga daerah tersebut masuk dalam 54 kabupaten/kota yang selama sepuluh minggu berturut-turut merasa “nyaman” berada di zona orange.

“Ini yang kami sebut sebagai perasaan nyaman tidak berada di zona merah, tetapi berada di zona oranye dalam waktu lama. Satgas sangat menyayangkan kondisi seperti ini,” ungkap Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito melalui keterangan pers, Kamis (29/10).

Kondisi itu, lanjut Wiku, artinya perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Harusnya daerah-daerah yang tidak berubah kondisinya selama sepuluh minggu berturut-turut itu, belajar untuk meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Sepuluh minggu bukanlah waktu yang sebentar. Untuk itu, kepada bupati dan walikota ini dibantu gubernurnya agar bisa memperbaiki kondisi di wilayahnya. Kami menunggu kepada 54 kabupaten/kota ini untuk bisa berpindah ke zona kuning,” saran Wiku.

Diketahui, dari data peta zonasi risiko per 25 Oktober 2020, jumlah zona merah turun dari 32 menjadi 20. Zona orange atau risiko sedang naik dari 344 menjadi 360 atau 70 persen dari seluruh kabupaten/kota. Zona kuning naik dari 113 menjadi 115. Zona hijau atau tidak ada kasus baru turun dari 12 menjadi 7. Zona hijau tidak terdampak menurun dari 13 menjadi 12 kabupaten/kota.

Sementara, di Sumsel hanya ada 1 zona merah, 2 zona kuning, dan 14 zona orange. Adapun daerah berisiko tinggi atau zona merah hanya Kabupaten Lahat. Zona kuning atau risiko rendah meliputi Ogan Ilir dan Empatlawang. Zona orange terdiri dari Palembang, Prabumulih, Banyuasin, Musi Banyuasin, Penukal Abab Lematang Ilir, Pagaralam, Lubuklinggau, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.

“Ini adalah bukti, banyak daerah yang terlena karena tidak masuk pada zona merah. Ingat, zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan. Jika tidak waspada dan terus lengah, maka kabupaten/kota di zona orange sewaktu-waktu dapat berpindah ke zona merah,” ucap Wiku.

Meski demikian, tambah Wiku, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia lebih baik dari rata-rata dunia. Hal ini terlihat dari data per 29 Oktober 2020. Jumlah kasus aktif sebanyak 60.569 atau 14,9 persen. Kondisi di Indonesia ini sangat baik jika dibandingkan persentase rata-rata dunia di angka 24,23 persen. “Perbedaan angka persentase dengan dunia semakin lebar. Jumlah kasus aktif di Indonesia makin menurun,” ujar Wiku.

Pada kesempatan ini, Wiku mengungkap, jumlah kasus sembuh kumulatif di Indonesia saat ini 329.778 atau 81,6 persen. Angka ini lebih tinggi dari persentase rata-rata dunia yaitu 73,12 persen. Untuk jumlah kasus meninggal kumulatif di Indonesia berjumlah 13.701 kasus atau 3,4 persen, dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,63 persen.

Selain itu, terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.565 kasus. Pasien sembuh harian bertambah 3.985 kasus. Pasien meninggal hari ini bertambah sebanyak 89 kasus. Jumlah suspek ada 68.888 kasus dan spesimen selesai diperiksa sebanyak 34.317 spesimen. Untuk sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 502 kabupaten/kota. (red)