- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel 2.703 Orang, Antisipasi Ancaman Resesi Ekonomi
# Kasus Aktif 1.264, Kasus Selesai 1.439 Orang
# Pasien Sembuh 1.310, Meninggal 129 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Pandemi Covid-19 tidak hanya menjadi masalah kesehatan. Akan tetapi, penularan dan penerbaran virus Corona ini juga sangat memengaruhi bidang ekonomi dan sosial. Meski demikian, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Selatan belum bisa menjelaskan tentang ancaman resesi ekonomi di Sumsel yang bakal terjadi jika Covid-19 terus terjadi.
“Ini tidak bisa saya jelaskan, bagaimana antisipasi resesi ekonomi. Detailnya saya tidak bisa menjawab. Yang jelas, intinya kita beraktivitas menjalankan protokol kesehatan supaya dapat hidup produktif. Sinerginya, aktivitas jalan, kehidupan produktif juga jalan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, saat video conference, Senin (13/7).
Yusri memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.703 orang. Ada penambahan 50 kasus baru pada Senin, 13 Juli 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 13 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 50 orang,” ungkap Yusri.
Menurut Yusri, penambahan kasus baru tersebut berasal dari Palembang 46 orang, Musi Banyuasin 1 orang, Lubuklinggau 1 orang, dan Banyuasin 2 orang. “Jumlah kasus positif di Sumsel menjadi 2.703 orang,” ungkapnya seraya menambahkan, Hari Sabtu RT masih di 1,2. Artinya kita berprinsip jika masih pandemi dipastikan angka lebih dari 1,” jelasnya.
Jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.439 orang (129 kasus meninggal ditambah 1.310 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 1.264 orang,” terangnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 9.284 orang, selesai dalam pantauan 7.665 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.619 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 1.247 orang. Sebanyak 794 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 453 orang. “Saat ini pasien yang dirawat sekitar 600 orang. Tempat tidur kita ada 1.300 lebih, tidak ada masalah,” tegasnya.
Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 1.310 orang “Ada penambahan kasus sembuh 23 orang. Berasal dari Kota Palembang 19 orang, Musi Banyuasin 2 orang, dan Lubuklinggau 2 orang,” ungkapnya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 129 orang. “Ada penambahan kasus meninggal 4 orang. Berasal dari Palembang 3 orang dan Banyuasin 1 orang,” tutupnya. (kbs)



