Jumlah Kasus Positif di Sumsel 2.475 Orang, Hampir Semua Sektor Sudah Ada Klaster Covid-19

# Kasus Aktif 1.131, Kasus Selesai 1.344 Orang

# Pasien Sembuh 1.230, Meninggal 114 Orang

PALEMBANG, SIMBUR – Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan diharapkan agar dapat lebih waspada karena klaster penularan Covid-19 sudah menyebar di setiap sektor dan profesi. Hal itu diungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.

“Kami sampaikan, klaster penularan ini hampir semua sektor sudah ada. Oleh karena itu, mengapa kami selalu mengingatkan pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Selalu patuhi protokol kesehatan karena klasternya sudah ada di setiap sektor dan setiap profesi,” ungkap Yusri, saat video conference, Kamis (9/7).

Terkait Universitas Sriwijaya (Unsri), lanjut Yusri, sebenarnya tidak ada hubungan dengan perkuliahan karena sudah diliburkan sejak Maret. “Tidak kami anggap sebagai klaster. Klaster itu dapat dipahami terjadi penularanan dari orang yang tertular dari masyarakat, lalu menularkan kembali ke rekan-rekannya tempat kerja itu dianggap sebagai klaster kelompok masyarakat tertentu,” jelasnya.

Demikian halnya dengan PT Pusri dan PT Hindoli, menurut Yusri, pihaknya belum mendapat informasi. “Kami akan cek informasi tersebut ke Dinkes Kota Palembang. Silakan menanyakan langsung. Demikian juga dengan PT Hindoli di Kabupaten Musi Banyuasin,” kilahnya.

Yusri memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.475 orang. Ada penambahan 56 kasus baru pada Kamis, 9 Juli 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 9 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 56 orang,” terangnya.

Menurut Yusri, penambahan kasus baru tersebut berasal dari Palembang 44 orang, Banyuasin 2 orang, Ogan Ilir 3 orang, Musi Banyuasin 1 orang, Muara Enim 1 orang, dan Lahat 4 orang. “Jumlah kasus positif di Sumsel menjadi 2.419 orang,” ungkapnya.

Jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.344 orang (114 kasus meninggal ditambah 1.230 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 1.131 orang,” terangnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 9.094 orang, selesai dalam pantauan 7.437 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.657 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 1.154 orang. Sebanyak 728 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 426 orang.

“Kalau tanpa gejala rata-rata paling 2-3 minggu sudah sembuh. Kalau  bergajala akan lebih lama, rata-rata satu bulan sembuh,” ujarnya.

Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 1.230 orang. “Ada penambahan kasus sembuh 8 orang. Semua berasal dari Kota Palembang,” ungkapnya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 114 orang. “Ada penambahan kasus meninggal 1 orang dari Palembang,” ungkapnya.

Ditanya pewarnaan zona, Yusri kembali menegaskan, bukan provinsi yang menentukan zona tapi gugus tugas pusat. “Di website provinsi tidak mewarnai sendiri tapi mengikuti berdasarkan kriteria yang diwarnai gugus tugas pusat,” tutupnya. (kbs)