Jumlah Kasus Positif 2.156 Orang, Sumsel Belum Sanggup Temukan Vaksin Covid-19

# Kasus Aktif 939, Kasus Selesai 1.217 Orang

# Pasien Sembuh 1.113, Meninggal 104 Orang

 

PALEMBANG, SIMBUR – Lebih dari tiga bulan hidup dalam cengkeraman Covid-19, Provinsi Sumatera Selatan masih setia menunggu sampai benar-benar ada vaksin yang ditemukan. Itupun harus melewati uji klinis dan berbagai kajian medis terlebih dahulu. Belum ada upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memotivasi para ahli di bidang tersebut guna melakukan riset dalam menemukan vaksin Covid-19.

“Untuk penemuan vaksin Covid-19 itu tidak mudah. Tidak semua negara sanggup apalagi Sumsel selevel provinsi. Kita tunggu saja. Kalau di Indonesia ada namanya pembuat vaksin itu, Biofarma,” ungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, saat video conference, Jumat (3/7).

Yusri menjelaskan, kemungkinan orang-orang di Biofarma itu sudah bekerja. Namun untuk mem-publish suatu vaksin itu tidak mudah. “Butuh kajian-kajian, baik secara klinis maupun kajian-kajian yang lain sehingga vaksin itu betul-betul digunakan aman dan efektif. Untuk konsep menjadi vaksin itu bukan hanya untuk mencegah tapi juga aman dan tidak menimbulkan efek samping, bahaya, dan bisa mencegah penularan Covid-19,” terangnya.

Sementara menunggu vaksin, Yusri menyambut baik adanya konsep Kampung Tangkal Covid yang sudah diberlakukan di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel. Menurut Yusri, sebenarnya penanganan Covid tidak hanya melibatkan dari level provinsi, kabupaten, dan kecamatan. Tapi  yang paling baik melibatkan level paling kecil, kalau bisa di tingkat RT/RW.

“Dengan adanya kampung tangkal Covid, ini suatu yang bagus. Dengan unit gugus tugas yang kecil di masyarakat sehingga beban kerja bisa berbagi. Kalau kampung tangkal Covid ini berjalan dengan efektif dan teroganisir dengan baik, maka pencegahan Covid akan lebih baik lagi, dibandingkan hanya dengan membuat gugus tugas sampai tingkat kecamatan,” jelasnya.

Pada video conference itu, Yusri memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.156 orang. Ada penambahan 36 kasus baru pada Jumat, 3 Juli 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 3 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 36 orang,” ungkapnya.

Penambahan itu, lanjut Yusri, berasal dari Palembang 27 orang, Banyuasin 5 orang, Musi Banyuasin 2 orang, Lubuklinggau 1 orang, dan OKI 1 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.156 orang,” terangnya.

Menurut Yusri, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.217 orang (104 kasus meninggal ditambah 1.113 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 939 orang,” terangnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 8.742 orang, selesai dalam pantauan 7.098 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.644 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 1.029 orang. Sebanyak 702 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 327 orang.

Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 1.113 orang. Ada penambahan kasus sembuh 25 orang. “Berasal dari Palembang 23 orang, Banyuasin 1 orang, dan Musi Banyuasin 1 orang,” ungkap Yusri seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 104 orang. “Ada penambahan kasus meninggal 3 orang dari Palembang,” pungkasnya. (kbs)