- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel 2.120 Orang, Ranjang di Rumah Sakit Rujukan Tidak “Full” Pasien
# Kasus Aktif 931, Kasus Selesai 1.189 Orang
# Pasien Sembuh 1.088, Meninggal 101 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Isu tak sedap kembali beredar di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan. Beredar kabar bahwa tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan tersebut sudah penuh (full) pasien. Informasi tersebut langsung diklarifikasi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.
“Rumah sakit rujukan tidak full pasien. Tempat tidur (ranjang/bed) di rumah sakit sekitar 340 (jumlah pasien yang masih dirawat hingga hari ini). Sementara tempat tidur diperbanyak hampir 600-an. Kalau ada pernyataan tempat tidur di rumah sakit rujukan itu full tidak benar,” ungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, saat video conference, Kamis (2/7).
Yusri mengatakan, penyakit Covid-19 di Sumsel belum dinyatakan selesai, masih terus bertambah.Walaupun bertambah banyak atau dikit, lanjut dia, naik turun penambahan ini membuktikan bahwa penyebaran penyakit masih belum selesai.
“Kunci pengendalian penyakit menular ada di masyarakat. Rumah sakit tidak akan mampu menampung jika banyak orang sakit. Mari jaga kesehatan. Kuncinya disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga bisa mencegah penyakit ini. Jika penyakit ini habis maka kita dapat kembali pada kondisi normal seperti sebelum ada pandemi,” imbaunya.
Yusri memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.120 orang. Ada penambahan 42 kasus baru pada Kamis, 2 Juli 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 2 Juli 2020 mengalami penambahan sebanyak 42 orang,” ungkapnya.
Penambahan itu, lanjut Yusri, berasal dari Palembang 32 orang, Muara Enim 1 orang, Banyuasin 5 orang, Ogan Ilir 2 orang, Pagaralam 1 orang, dan OKI 1 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.120 orang,” terangnya.
Yusri juga membenarkan salah satu yang terkonfirmasi positif adalah petugas puskesmas di Ogan Ilir. “Puskesmas di Ogan Ilir pegawainya ada yang positif sehingga mereka menutup pelayanan untuk memastikan petugas puskesmas itu terinfeksi atau tidak. Setelah dilakukan swab akan dibuka kembali,” tegasnya.
Lanjut Yusri, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.189 orang (101 kasus meninggal ditambah 1.088 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 931 orang,” terangnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 8.700 orang, selesai dalam pantauan 6.987 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.713 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 1.008 orang. Sebanyak 668 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 340 orang.
Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 1.088. Ada penambahan kasus sembuh 37 orang. “Berasal dari Palembang 1 orang, Banyuasin 3 orang, Prabumulih 1 orang, OKI 31 orang, dan OKU Timur 1 orang,” ungkap Yusri seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 101 orang. “Ada penambahan kasus meninggal 4 orang dari Palembang,” pungkasnya. (kbs)



