PSBB Dapat Direkomendasi Kembali, Anggaran Habis Bisa Di-refocusing Lagi

# Kasus Positif Covid-19 di Sumsel 2.049 Orang dengan 927 Kasus Aktif

# Kasus Selesai 1.122 Terdiri dari Sembuh 1.032 dan Meninggal 90 Orang

 

PALEMBANG, SIMBUR – Analisis epidemiologi menunjukkan bahwa dua minggu ini ada peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan. Hal itu diungkap Dr Iche Andriyani Liberty SKM MKes, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.

Menurut Iche, dua minggu sebelumnya, periode akhir Mei sampai pertengahan Juni sempat turun 44 persen. “Hal ini mungkin ada kaitannya dengan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di dua kota di Sumsel, yakni Palembang dan Prabumulih. Ketika PSBB tidak lagi diterapkan, disiplin masyarakat mulai kendur. Masyarakat diharapkan tetap harus waspada namun tidak perlu cemas,” ungkap Iche , saat video conference, Selasa (30/6).

Iche menambahkan, masyarakat Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang, sudah hampir lepas kontrol. “Ini akan berimplikasi pada angka reproduction number (Rt). Waktu PSBB Kota Palembang sempat mencapai angka Rt 0,99. Sekarang naik lagi di atas 1, 02 per tanggal 26 Juni 2020,” terangnya.

Analisis di level Sumsel dan nasional, lanjut Iche, dari awal  Kota Palembang memang zona merah, termasuk dari kajian 15 indikator kesehatan masyarakat. Dijelaskannya pula, PSBB itu kebijakan pusat. “Dari sisi epidemiologi, jika lebih banyak konfirmasi positif kami  rekomendasi PSBB diterapkan kembali,” imbaunya.

Bukan hanya disiplin masyarakat, Iche menepis isu bahwa tim gugus tugas di lapangan juga mengalami penurunan semangat untuk lebih gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Terutama menyangkut anggaran Covid-19 di Sumsel yang dinyatakan habis pada Juni ini. “Kalau di gugus tugas, kami masih semangat. Anggaran insya Allah tidak habis. Semua bisa di-refocusing, bisa diperpanjang karena ini sifatnya pandemi. Kalau habis, bisa dianggarkan kembali,” harapnya sembari menambahkan, yang perlu ditekankan selain menerapkan protokol kesehatan juga harus menjaga pertumbuhan ekonomi.

Bukan hanya itu, Iche juga mengimbau pemerintah dan masyarakat agar lebih menjaga sektor pendidikan selama masa pandemi Covid-19 belum berakhir. “Karena bulan depan tahun ajaran baru, kami berharap, sesuai arahan menteri juga, pembukaan sektor pendidikan harus hati-hati, bertahap, tidak terburu-buru. Sektor ini melibatkan generasi muda. Jadi tidak terburu-buru tapi dengan prakondisi dan parenting yang tepat,” serunya.

Iche memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.049 orang. Ada penambahan 26 kasus baru pada Selasa, 30 Juni 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 30 Juni 2020 mengalami penambahan sebanyak 26 orang,” ungkapnya.

Penambahan itu, lanjut Iche, berasal dari Palembang 12 orang, Banyuasin 6 orang, Musi Banyuasin 4 orang, Pali 1 orang, Lubuklinggau 2 orang, dan Muara Enim 1 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 2.049 orang,” terangnya.

Menurut Iche, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.122 orang (90 kasus meninggal ditambah 1.032 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 927 orang,” terangnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 8.541 orang, selesai dalam pantauan 6.768 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.773 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 947 orang. Sebanyak 643 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 304 orang.

Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 1.032 orang atau sekitar 50,37 persen. Ada penambahan kasus sembuh 7 orang. Sementara, kasus pasien meninggal 90 orang. Ada penambahan kasus meninggal 4 orang. (kbs)