Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Sumsel 1.907 Orang, Penularan Masih Sering Terjadi saat Acara Pernikahan

# Kasus Aktif 904, Kasus Selesai 1.003

# Pasien Sembuh 923, Meninggal 80 Orang

PALEMBANG, SIMBUR – Meski kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan meningkat tapi penularan Covid-19 di Sumatera Selatan masih sering terjadi. Terutama saat acara pernikahan dan keramaian lainnya. Hal itu diungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.

“Kami masih menunggu kajian lebih lanjut karena perkembangan Covid-19 di Sumsel sepenuhnya belum terkendali secara maksimal. Penularan masih sering terjadi pada acara pernikahan dan keramaian,” kata Yusri saat video conference, Jumat (26/6).

Menurut Yusri, pemeriksaan laboratorium tidak ada kendala. Terlebih, kata dia, kedisiplinan masyarakat sudah meningkat. “Kami berpikir kedisiplinan masyarakat sudah meningkat. Jangan sampai turun lagi karena dapat diikuti perkembangan kasus yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Yusri memaparkan, kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 1.907 orang. Ada penambahan 14 kasus baru pada Jumat, 26 Juni 2020. “Kasus konfirmasi positif baru per tanggal 26 Juni 2020 mengalami penambahan sebanyak 14 orang,” ungkapnya.

Penambahan itu, lanjut Yusri, berasal dari Palembang 7 orang,
Prabumulih 1 orang, Banyuasin 2 orang, Muara Enim 1 orang, dan Pali 3 orang. “Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 1.907 orang,” terangnya.

Menurut Yusri, jumlah kasus yang sudah selesai (closed cases) 1.003 (80 kasus meninggal ditambah 923 kasus sembuh). “Sementara kasus yang masih aktif dan dalam proses menunggu hasil, bisa sembuh atau tidak sebanyak 904 orang,” terangnya.

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 8.252 orang, selesai dalam pantauan 6.595 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.657 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 888 orang. Sebanyak 491 orang sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 397 orang.

Pasien dinyatakan sembuh berjumlah 923 orang. Ada penambahan kasus sembuh 10 orang. “Terdiri dari Palembang 2 orang, Banyuasin 4 orang, Lubuklinggau 1 orang, Prabumulih 1 orang, OKU Timur 1 orang, dan Musi Rawas 1 orang,” urainya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal 80 orang. Ada penambahan 3 kasus meninggal. “Berasal dari Pali 1 orang dan Palembang 1 orang,” tandasnya.(kbs)