- Ratusan Kades Hadiri Pelantikan SMSI Lahat
- Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama Triwulan I Tahun 2026
- Satu Warga Tewas, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Manado Dievakuasi akibat Gempa dan Tsunami
- Pastikan Aset Negara di Bawah TNI AD Tertib Administrasi dan Punya Kepastian Hukum
- Jembatan SP 4 Plakat Tinggi Ambrol, Kondisi Jalan Mendesak Diperbaiki
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 963, Pasien Sembuh 194 dan Meninggal 31 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan menjadi 963 orang. Ada penambahan 10 kasus baru pada hari ini, Sabtu 30 Mei 2020. Hal itu disampaikan Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.
“Kasus konfirmasi positif baru per hari ini tanggal 30 Mei 2020 mengalami penambahan sebanyak 10 orang sehingga total kasus menjadi 963 orang. Terdiri dari Palembang 1 orang, Prabumulih 3 orang, dan Ogan Ilir 6 orang,” ungkap Yusri saat video conference, Sabtu (30/5).
Diterangkannya, jumlah sampel yang diperiksa di laboratorium sebanyak 3.688 orang. Terdiri dari 2.828 OTG, 675 PDP, dan 185 ODP. Jumlah sampel positif 963 orang. Jumlah sampel negatif 445. “Sebanyak 2.280 sampel masih dalam proses pemeriksaan,” paparnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 6.144 orang, selesai dalam pantauan 4.240 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.904 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 554 orang. Sebanyak 316 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 238 orang.
Kasus konfirmasi sembuh totalnya 194 orang. Hari ini, menurut Yusri, ada penambahan 25 kasus sembuh. Sementara, kasus pasien meninggal 31 orang. “Ada penambahan 1 kasus meninggal, berasal dari Palembang,” ucapnya.
Yusri kembali menjelaskan bahwa penerapan Normal Baru di Sumsel tergantung hasil pemeriksaan sampel di laboratorium. “Kami evaluasi ke depan karena spesimen di laboratorium masih banyak. Mudah-mudahan jika masyarakat disiplin dan kasus terus menurun, bisa menuju kehidupan normal baru seperti yang diharapkan bersama,” harapnya.
Untuk kasus Kebun Semai dan Kebun Bunga, tambah Yusri, sudah dilakukan rapid test. Tentu yang positif sudah ditindaklanjuti swab dan menunggu hadil. “Karena informasi dari BBLK pemeriksaan spesimen ada di tanggal 22. Mudah-mudahan tiga hari ke depan pemeriksaan lebih banyak lagi dan tidak ada lagi spesimen yang tertunda. Jika pemeriksaan laboratorium lebih cepat maka akan lebih baik,” tandasnya.(kbs)



