Kasus Positif 521 dengan Pasien Meninggal 15 Orang, Status Covid-19 di Sumsel Masih Normal

PALEMBANG, SIMBUR – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan menjadi 521 orang. Ada penambahan 63 kasus baru pada hari ini, Minggu, 17 Mei 2020. Hal itu disampaikan Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel.

“Kasus konfirmasi positif baru per hari ini (Minggu, 17 Mei 2020) sebanyak 63 orang. Terdiri dari 47 kasus Palembang, 14 kasus Ogan Ilir, dan 2 kasus OKI,” ungkap Yusri melalui video conference, Minggu (17/5).

Dijelaskannya, jumlah sampel yang diperiksa di laboratorium sebanyak 2.274 orang. Terdiri dari 1.808 OTG, 453 PDP, dan 113 ODP. Jumlah sampel positif 521 orang. Jumlah sampel negatif 272. “Sebanyak 1.581 sampel masih dalam proses pemeriksaan,” terangnya

Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 5.314 orang, selesai dalam pantauan 3.965 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.349 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 373 orang. Sebanyak 173 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 200 orang.

Kasus konfirmasi sembuh totalnya 73 orang. Hari ini, menurut Yusri, tidak ada penambahan kasus sembuh. Sementara, kasus pasien meninggal 15 orang. “Ada penambahan 2 kasus meninggal, berasal dari Palembang (kasus 374) dan Banyuasin (344),” ucapnya.

Yusri mengatakan, jumlah pasien meninggal masih dalam batas normal. “Karena masih berada pada kisaran angka 2,4 persen.
Artinya kasus konfirmasi Covid-19 masih dalam batas normal,” ungkapnya.

Terkait penularan terhadap tenaga kesehatan, Yusri menganggap tidak ada yang perlu dipersoalkan. Artinya bukan hal yang kaku tenaga kesehatan tertular. Penularan penyakit Covid-19 sampai hari ini adalah orang yang terdekat dengan pasien, yakni keluarga dan tenaga kesehatan.

“Kami sampaikan untuk ke rumah sakit aman. Orang yang memberikan pelayanan kesehatan clear. Bukan orang yang terinfeksi. Rumah sakit yang tenaga kesehatannya terinfeksi kini sudah bisa melayani di rumah sakit itu sendiri,” tegasnya.

Ditanya soal bocah 2 tahun yang dijemput dan dipisahkan dari orang tuanya untuk menjalani isolasi mandiri karena terinfeksi virus di Palembang, Yusri justru belum mendapatkan informasi. “Kalau di kota Palembang tidak ada. Mungkin belum dilakukan pemeriksaan. Kami di gugus tugas provinsi tidak banyak tahu kejadian di kabupaten/kota karena sudah terlalu banyak,” tutupnya.(kbs)