- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Masih 278, Total Pasien Sembuh 57 Orang
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan per 10 Mei 2020 masih berjumlah 278 orang. Tidak ada penambahan kasus baru pada hari ini. Hal itu disampaikan Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel. “Kasus konfirmasi positif baru per hari ini tidak ada penambahan. Masih sama seperti kemarin 278 orang,” ungkap Yusri melalui video conference, Minggu (10/5).
Dijelaskannya, jumlah sampel yang diperiksa di laboratorium sebanyak 1.672 orang. Terdiri dari 1.225 OTG, 363 PDP, dan 84 ODP. Jumlah sampel positif masih 278 orang. Jumlah sampel negatif 251 negatif. “Sebanyak 1.143 sampel masih dalam proses pemeriksaan,” terangnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.709 orang, selesai dalam pantauan 3.446 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.263 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 313 orang. Sebanyak 151 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 162 orang. “Dengan demikian, ada penambahan 6 orang PDP,” ujarnya.
Kasus konfirmasi sembuh, lanjut Yusri, hari ini ada penambahan 8 orang. Dari Palembang 7 orang terdiri dari kasus nomor 20, 38, 53, 115, 116, 117, dan 118. Sementara, dari Ogan Ilir 1 orang dengan kasus nomor 77. “Sehingga total pasien sembuh per hari ini sebanyak 57 orang,” sebutnya seraya menambahkan, kasus pasien meninggal masih 9 orang. “Alhamdulillah tidak ada penambahan kasus meninggal,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Yusri sangat menyayangkan daerah yang masih minim melakukan contact tracing. “Tinggal kemauan saja untuk menuntaskan kasus ini,” tegasnya.
Dia menambahkan, status penularan lokal ditandai dengan generasi kedua dan ketiga. “Apabila sudah memenuhi kriteria tersbut maka penularan di daerah itu disebut transmisi lokal,” jelasnya.
Untuk mencegah penularan yang lebih banyak, Yusri mengingatkan warga agar tidak mudik. “Belum tahu seperti apa. Belum ada aturan mudik. Kalau bisa tidak usah mudik karena akan terjadi penyebaran penyakit,” tandasnya.(kbs)



