- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Bertambah 51 Jadi 278 Orang, Bocah Umur 2 Tahun di Ogan Ilir Meninggal
# Akses Transportasi di Sumsel Tetap Diperketat
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan bertambah 51 orang. Dengan demikian, jumlah pasien positif Corona di Bumi Sriwijaya per 9 Mei 2020 sebanyak 278 orang. Hal itu disampaikan dr Zen Ahmad, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel melalui video conference, Sabtu (9/5).
“Konfirmasi positif baru per hari ini, Sabtu 9 Mei 2020, mendapat tambahan kasus sebanyak 51 orang, 3 orang dalam penyelidikan dan sisanya 48 orang status kasus lokal,” ungkap Zen Ahmad seraya menjelaskan, sebaran umur termuda 2 tahun dan tertinggi 61 tahun.
Dari 51 kasus ini, lanjut Zen, tersebar di 9 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Berturut-turut dari Banyuasin 1 orang, Prabumulih 1 orang, Ogan Ilir 1 orang, OKI 1 orang, Muba 2 orang, Lahat 5 orang, Musi Rawas 5 orang, Lubuklinggau 12 orang, dan Palembang 23 orang.
“Sehingga kasus konfirmasi positif hari ini sebanyak 278 orang,” tegasnya sembari merincikan, total jumlah sampel yang diperiksa 1.622 orang. Jumlah sampel negatif 246 negatif sedangkan1.098 sampel masih proses pemeriksaan.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.593 orang, selesai dalam pantauan 3.423 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.170 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 307 orang. Sebanyak 151 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 156 orang. “Dengan demikian, ada penambahan 2 orang PDP,” ujarnya.
Kasus kofirmasi sembuh masih 49 orang, belum ada penambahan pada hari ini. Sementara, kasus pasien meninggal menjadi 9 orang. “Pasien Covid-19 meninggal per tanggal 9 Mei 2020 ada 1 orang dari Ogan Ilir, balita umur 2 tahun,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Yusri juru bicara lainnya menambahkan, perbedaan data kasus meninggal di pusat dan daerah tak perlu dipermasalahkan. “Data meninggal tidak masalah. Karena di pusat belum dicatat tapi di daerah sudah dimasukkan. Pusat selalu kurang, daerah selau lebih,” ungkap Yusri.
Sejauh ini, terang Yusri, penularan banyak dialami keluarga yang kontak erat dengan kasus positif. “Sudah banyak keluarga yang tertular. Beberapa kasus penyebarannya lewat keluarga,” jelasnya sembari mengatakan, penularan tidak pandang mau hamil atau tidak mau nenek. “Mungkin perlu diantisipasi efek pada bayinya,” ungkap Yusri.
Yusri menambahkan, perketatan akses masuk Sumsel akan terus diberlakukan meskipun pemerintah pusat melonggarkan arus transportasi di tengah masifnya penyebaran wabah Covid-19. Menurut Yusri, kelonggaran transportasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan itu tak akan mempengaruhi komitmen tim gugus tugas Sumsel dalam upaya cegah tangkal Covid-19.
“Meski ada kelonggaran transportasi, akses masuk Sumsel tetap kita perketat. Tidak ada yang berubah. Kami sudah komitmen dalam pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel ini,” katanya.
Diketahui, pelonggaran transportasi itu memang saat ini dikecualikan untuk petugas keamanan, pertahanan, kesehatan atau orang yang memiliki kepentingan mendadak seperti keluarga (orangtua) sakit atau meninggal dunia.
Masyarakat yang hendak bepergian ke luar kota dengan alasan kepentingan itu harus mengantongi surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan serta menunjukkan surat sehat dari hasil test pemeriksaan swab lewat metode polymerase chain reaction (PCR). “Namun itu tidak bisa juga dilakukan secara mendadak. Karena hasil test tersebut tidak bisa langsung keluar,” jelasnya.(kbs)



