- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kunci PSBB Disiplin Masyarakat, Jangan Panik dengan Jumlah Kasus Positif Covid-19
PALEMBANG, SIMBUR – Usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan Kota Palembang dan Prabumulih dikabarkan masih dalam pengkajian sosial ekonomi dan kebutuhan logistik masyarakat. Hal itu diungkap Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan.
“PSBB Palembang dan Prabumulih masih dalam proses. Tentunya akan dilengkapi beberapa kajian. Bukan hanya kajian tentang penyakit tapi juga kajian kebutuhan logistik masyarakat. Aspek sosial ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang masih dikaji,” ungkap Yusri saat video conference, Jumat (8/5).
Menurut Yusri, PSBB dalam pelaksanaannya adalah disiplin masyarakat. “Sebenarnya tak perlu lagi PSBB kalau masyarakat sudah disiplin. Itu kuncinya,” terangnya.
Terkait PSBB, penambahan jumlah kasus positif tentunya tidak membuat masyarakat menjadi panik. Sampel yang banyak itu, lanjut Yusri, berarti kinerja yang baik. Dengan banyaknya sampel berarti bisa bertambah yang positif. “Kami minta masyarakat jangan panik karena sampel itu diambil dari orang-orang yang kontak dengan kasus yang positif sebelumnya. Bukan diambil di tengah-tengah masyarakat yang tidak ada kontak dengan kasus positif,” tegasnya.
Masih kata Yusri, hingga kini masih ada 1.073 sampel yang belum diperiksa di laboratorium. “Jangan dinilai ini sebagai sesatu yang tertunda tapi kemampuan BBLK masih terus ditingkatkan. Karena BBLL jug tergantung alat dan bahan. Sekarang sudah mulai dilengkapi,” paparnya.
Dijelaskan Yusri, tidak ada istilah pembatasan sampel di BBLK sehingga sampel yang masuk dan diperiksa tidak seimbang. “Tidak adanya pembatasan itu merupakan kebijakan kami dan kebijakan pusat. Kalau pemeriksaan sampel dibatasi pekerjaan kami akan menjadi lambat,” ujarnya.
Disarankannya, tidak masalah untuk menunggu hasil pemeriksaan sampel. Pihaknya juga telah meminta agar orang yang kontak dengan kasus agar melakukan karantina di rumah dengan pengawasan gugus tugas kami di RT/RW dan kecamatan, maupun di tempat-tempat pengawasan yang disediakan khusus seperti wisma atlet.
“Kami informasikan, sekitar 70 persen dari 80 persen pasien positif itu ringan-ringan saja. Termasul ABK yang dari Makassar itu baik saja karena masih masuk kategori OTG. Jadi tidak ada masalah dalam kesehatan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Sumsel H Achmad Rizwan SSTP MM mengatakan, kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan masih berjumlah 227 orang. “Kasus terkonfirmasi baru Covid-19 per 8 Mei 2020 alhamdulillah tidak ada penambahan,” terang Rizwan.
Dirincikannya, total jumlah sampel yang diperiksa 1.532 orang, dengan rincian OTG 1.115, PDP 343, dan ODP 74. “Sampel positif, 227 positif dan 213 negatif. Sedangkan1.073 sampel masih proses pemeriksaan,” ungkapnya.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.516 orang, selesai dalam pantauan 3.285 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.234 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 305 orang. Sebanyak 149 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 156 orang. “Dengan demikian, ada penambahan 18 orana PDP,” ujarnya.
Kasus kofirmasi sembuh masih 49 orang. Ada penambahan 2 orang, dari Palembang 1 orang dan Ogan Ilir 1 orang. Sementara, pasien Covid-19 meninggal per tanggal 8 Mei 2020 masih 8 orang, tidak ada penambahan.(kbs)



