- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Jadi 199 Orang
# Dua Tenaga Medis di Lubuklinggau Termasuk 47 Pasien Sembuh
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan bertambah 14 orang. Dengan demikian, jumlah pasien positif Corona di Bumi Sriwijaya per 5 Mei 2020 sebanyak 199 orang. Hal itu disampaikan Yusri, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel saat video conference, Selasa (5/5).
“Penambahan kasus konfirmasi baru positif Covid-19 per hari ini Selasa, 5 Mei 2020 berjumlah 14 orang,” ungkap Yusri.
Adapun rinciannya, 2 orang dari luar kota berdomisili di Makassar, 3 orang dari Banyuasin, dan 9 orang dari Palembang. “Warga Makassar itu anak buah kapal (ABK) mitra Pertamina. Berlayar dari Mentok ke Surabaya. Dalam perjalanan sakit dan dirawat di RS Pertamina,” jelasnya.
Disampaikannya pula, total jumlah sampel yang diperiksa 1.177 orang, dengan rincian OTG 809, PDP 298, dan ODP 70. Sementara, sampel positif sebanyak 199 dan sampel negatif 200. Sampel masih dalam pemeriksaan 778.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.306 orang, selesai dalam pantauan 2.693 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.613 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 266 orang. Sebanyak 137 sudah selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 129 orang. “Dengan demikian, ada penambahan 13 orana PDP,” ujarnya.
Yusri menjelaskan, kasus kofirmasi sembuh total 47 orang. Itu karena pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Sumsel bertambah 4 orang pada 5 Mei 2020, yakni 2 orang dari Palembang dan 2 orang dari Lubuklinggau. “Dua orang dari Lubuklinggau itu tenaga medis yang pernah disebut walikotanya,” ungkap Yusri.
Selain kasus sembuh, tambah Yusri, jumlah pasien meninggal tidak ada. “Semoga ke depan tidak ada penambahan yang meninggal. Semoga menjadi bahan pemikiran bersama sebagai acuan dalam memberantas penyakit ini,” tandasnya.
Terkait PSBB yang diajukan Kota Palembang, Yusri mengabarkan besok baru akan diajukan ke Kemenkes RI. “Berkas pengajuan PSBB besok akan diajukan ke Kemenkes. Kurang lebih dua hari baru ada keputusan,” tutupnya. (kbs)



