- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Pasien Positif Masih 156 Orang, Jubir Gugus Tugas Beda Pendapat soal Fase Covid-19 di Sumsel Naik atau Turun
PALEMBANG, SIMBUR – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan per 2 Mei 2020 masih 156 orang. “Alhamdulillah hari ini tidak mengalami penambahan kasus positif,” ungkap juru bicara gugus tugas Covid-19 Sumsel, Nur Purwoko saat video conference, Kamis (2/5).
Disampaikan pula, total jumlah sampel yang diperiksa 1.042 orang, dengan rincian 714 OTG, 264 PDP, dan 64 PDP. Sementara, sampel positif berjumlah 156 dan sampel negatif 176. Sampel masih dalam pemeriksaan 510.
Adapun jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 4.112 orang, selesai dalam pantauan 2.539 orang, dan masih dipantau sebanyak 1.573 orang. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 234 orang. Sebanyak 124 selesai pengawasan, serta masih dalam pengawasan 110 orang. “Dengan demikian, ada penambahan 21 PDP,” ungkapnya.
Untuk kasus sembuh masih 29 orang. Terdiri dari 2 orang asal OKI, 21 asal Palembang, 2 orang asal OKU, 1 orang asal Pagaralam, 1 orang Prabumulih, Lubuklinggau 1 orang dan 1 orang luar kota. “Untuk kasus meninggal masih 4 orang. Semoga ke depan tidak ada penambahan kasus meninggal,” terangnya.
Purwoko juga menyampaikan,
berita di beberapa negara sudah terjadi penurunan kasus. “Mudah-mudahan (penurunan) ini terjadi juga di negara kita,” jelasnya.
Juru bicara lainnya, Yusri membantah apa yang disampaikan Nur Purwoko. Menurut Yusri kasus Covid-19 di Sumsel justru mulai naik. “Bukan berada pada fase yang menurun seperti yang disampaikan Pak Purwoko tadi di beberapa negara. Sepanjang masyarakat mematuhi peraturan pemerintah, mudah-mudahan (penurunan juga) terjadi di negara kita,” bantah Yusri.
Adanya perbaikan gugus tugas di kabupaten/kota, lanjut Yusri, dengan melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien positif, maka pasti akan bertambah kasusnya. “Boleh dibilang penambahan tersebut masih relatif aman. Kami temukan sebanyak mungkin kasus positif, lalu kami minta mereka untuk isolasi di Wisma Atlet atau di kabupaten/kota yang memiliki tempat karantina,” paparnya.
Terkait PPD yang meninggal, Yusri mengatakan belum ada hasil lengkapnya. “PDP meninggal terdata sekitar 14 orang. Namun dari datal itu belum final, hasilnya belum keluar. Kalau sudah ada hasil pemeriksaan, itu masuk konfirm positif bukan PDP lagi walaupun sudah meninggal,” terangnya.
Tertundanya hasil positif, ungkap Yusri tidak ada masalahnya dengan stok reagen. “Memang belum menemukan yang positif. Ada penambahan sekitar 100-an sampel yang diperiksa namun belum diumumkan,” tandasnya.(kbs)



