- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Harimau Masuk Perangkap, Sumsel Belum Punya Tempat Rescue
PALEMBANG, SIMBUR – Harimau sumatera yang telah menyerang dan memangsa manusia di Muara Enim dan Lahat akhirnya masuk perangkap dengan umpan seekor kambing. Tertangkapnya seekor harimau yang meresahkan warga itu dibenarkan Kepala BKSDA Provinsi Sumsel Genman S Hasibuan.
Dikatakan Genman, pihaknya berhasil menangkap seekor harimau Selasa (21/1) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum masuk ke box trap (perangkap) yang dipasang tim di lapangan, jelas Genman, box trap sudah diisi umpan seekor kambing. Saat ini pihaknya tengah melakukan proses resque untuk harimau tersebut. “Kebetulan di Sumsel ini tidak ada tempat rescue. Jadi rencananya (harimau) akan kami bawa ke Lampung,” jelasnya.
Selanjutnya nanti di pusat rescue itu harimau ini akan ditangani oleh dokter hewan khusus, kemudian diambil feses dan darahnya guna mengetahui apakah benar memang harimau ini yang meneror warga beberapa bulan terakhir. “Akan dicek dulu darah dan fesesnya untuk memastikan apakah memang harimau inilah yang membuat resah masyarakat selama ini,” tambah Genman.
Lebih jauh kata Genman dari jejak-jejak yang didapat timnya di lapangan terutama terakhir di Kecamatan Semendo Darat Ulu di Desa Plakat pihaknya memang memasang 2 box trap. Masing-masing trap tersebut diberi jatak 1 kilometer dan berhasil memancing satu harimau masuk.
“Kalau berdasarkan jejak kaki yang ada mudah-mudahan itu harimau satu-satunya. Karena langsung masuk box trap jadi harimau ini tidak dibius. Sebab pembiusan juga harus ada SOP dan tidak disarankan dokter. Setelah ditangkap, dokter menyarankan box trapnya langsung ditutup terpal supaya harimaunya tidak stres,” ujarnya.
Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir warga di beberapa lokasi seperti Pagaralam, Lahat dan Semendo sempat ketakutan lantaran beberapa warga dilaporkan tewas dimangsa hewan tersebut. Sejumlah upaya juga dilakukan Pemprov dan BKSDA untuk menciptakan rasa aman warga termasuk memasang box trap untuk menangkap harimau.
Gubernur Sumsel H Herman Deru meminta warga tidak lagi resah dan kembali aktif beraktivitas di kebun. “Nah sekali ini macan (harimau) nian yang ketangkep bukan cak yang kemarin-kemarin. Fix karno langsung kubawa Kepala BKSDA nyo nian ke sini (kantor Gubernur). Jadi warga mulailah ke kebon lagi dak usah takut. Macan nganar (liar) nyo lah ditangkep,” ujarnya.
Selain melakukan aktivitas berkebun seperti biasa, Gubernur juga mengimbau warga agar mulai membiasakan diri untuk menjaga hutan. Dengan cara tidak menebang pohon dan memburu hewan-hewan yang menjadi rantai makanan harimau. “Kalau harimau yang di dalam hutan itu tidak masalah. Harimau itu biar tidak keluar dari habitatnya tentu rantai makanan harus terjaga. Domisilinya juga harus terjaga. Makanya, jangan lagi menebang pohon sembarangan di hutan dan mengganggu rantai makanan mereka,” tambahnya.
Menurut Gubernur, penangkapan ini sengaja ingin Ia kabarkan ke masyarakat luas agar mereka menjadi lebih nyaman. Baik itu dalam beraktivitas sehari-hari maupun berkebun sebagai mata pencaharian utama warga.
Ia pun meminta kejadian sebelumnya dijadikan pembelajaran bersama untuk diantisipasi karena dampak yang ditimbulkan sangat luas. Hingga penurunan okupansi hotel, bahkan tingkat kunjungan wisata yang ikut menyusut terutama di Pagaralam.(kbs)



