- Deninteldam II/Sriwijaya Gagalkan Pengiriman 1 Kg Sabu dari Palembang ke Empat Lawang
- Kerja Sama BKN dan Microsoft Indonesia, Latih 145 Ribu ASN Hadapi Era AI
- SMSI Petakan Pengaruh Politik Global dan Masa Depan Pers Nasional
- Kemendagri Perkuat Penanggulangan Kemiskinan di Sumatera Selatan
- Lindungi Profesi Humas dengan Sertifikasi, Sinergi Gerakan Indonesia Bicara Baik dan Program Public Service Obligation
Jembatan Penghubung Lahat-Muara Enim Terputus
PALEMBANG, SIMBUR – Jelang tutup tahun bencana alam terjadi di Sumatera Selatan. Jembatan Mulak Ulu yang menghubungkan jalan lintas Kabupaten Lahat dengan Kabupaten Muara Enim putus akibat diterjang luapan air sungai, Minggu (29/12) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Iriansyah membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, BPBD Sumsel langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera menanggulangi bencana dan memperbaiki kerusakan jalan, jembatan dan rumah warga.
“Kami sudah koordinasi dengan PUBM dan UPTD Jalan Pemkab Lahat. Sementara BPBD Lahat bersama BPBD Sumsel sedang (melakukan) pendataan di lokasi Mulak Ulu, Kabupaten Lahat. Semoga semua bisa dikoordinasikan,” ungkapnya.
Bukan hanya jembatan perbatasan, puluhan rumah warga di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat dikabarkan luluhlantak. Hal itu akibat banjir yang disebabkan curah hujan tinggi dari pagi hingga malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui ada tidaknya korban jiwa, baik di Kabupaten Lahat maupun Muara Enim. Putusnya jembatan penghubung Mulak Ulu dengan Mulak Sebingkai membuat warga Desa Lesung Batu, Airpur, Pajar Bulan dan Mengkenang harus melewati Semende.
Dihubungi terpisah, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Muara Enim, Ari Irawan SStp MSi belum mengetahui ada atau tidak warga Muara Enim yang terdampak menjadi korban banjir di Lahat. “Mulak Ulu itu masuk wilayah Lahat. Belum ada informasi jika warga kami (Muara Enim) (terdampak). Saya belum monitor,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H.Herman Deru melalui Kepala Dinas PUBM mengantisipasi musibah putusnya Jembatan Mulak Ulu. Agar masyarakat tidak terisolir, Dinas PUBM sudah menyiapkan sejumlah langkah-langkah penanganan sementara salah satunya berkoordinasi dengan Kementerian BBPJN-5 Kementerian PUPR untuk pinjam pakai jembatan bailey.
Jembatan bailey sendiri merupakan jembatan rangka baja yang umumnya digunakan sebagai jembatan darurat yang bersifat sementara. Dengan jembatan ini diharapkan warga tidak terisolir sampai perbaikan jembatan dilakukan. Tak hanya berkoordinasi meminjam jembatan bailey, Kepala Dinas PU BM Sumsel, Darma Budhi mengaku sudah melakukan Pemasangan rambu-rambu peringatan di beberapa titik rawan.
“Kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasi penanganan Jembatan Ayek Mulak ( ruas provinsi) yang putus akibat banjir. Seperti memasang rambu-rambu peringatan, pernyataan bencana dari kepala daerah setempat, melakukan koordinasi pinjam pakai jembatan bailey pada BBPJN-5 Kemen PUPR,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya alternatif penggunaan jembatan bailey pada zikon ini akan dikoordinasikan di BBPJN-5. “Kami sudah kontak juga dengan Kepala BBPJN untuk mohon peminjaman Jembatan darurat. Saat ini Kepala UPTD Lahat sudah di lokasi dan Kepala Bidang Jembatan sedang menuju ke lokasi,” jelasnya. (maz)



