Mutasi 206 Perwira, IPW: Jabatan Kabareskrim Masih Kosong

PALEMBANG, SIMBUR – Posisi Kabareskrim Mabes Polri yang masih kosong saat mutasi 206 perwira kemarin menjadi sorotan Indonesia Police Watch (IPW). Hal itu diungkap Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui siaran persnya yang diterima redaksi, Sabtu (9/11).

Mutasi ini pertama dilakukan Idham sejak resmi menjabat sebagai Kapolri pada Jumat (1/11) lalu. Mutasi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/3019/XI/KEP./2019 dan ST/3020/XI/KEP./2019 tertanggal 8 November 2019. Surat Telegram ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Pol Eko Indra Heri S atas nama Kapolri.

Menurut Neta, IPW mempertanyakan posisi kabareskrim yang kosong dan sangat vital untuk diisi oleh figur baru justru belum terisi dalam mutasi ini. IPW menilai, mutasi di tubuh Polri kali ini terlihat sangat aneh. “Bagaimana tidak, yang posisinya kosong sekarang inikan jabatan kabareskrim setelah Idham Azis menjadi Kapolri. Kenapa jabatan yang kosong itu belum diisi dalam mutasi ini. Justru yang dimutasi sejumlah posisi yang sesungguhnya belum begitu mendesakkan untuk direposisi,” ungkap Neta S Pane.

Dari mutasi kali ini, lanjut Neta, IPW menilai ada empat fenomena yg patut dicermati dalam perkembangan dinamika di tubuh polri. Pertama, adanya tarik menarik yang kuat menyangkut posisi Kabareskrim. Menurut Neta, ada indikasi intervensi jalur kekuasaan untuk mendudukkan figur tertentu sebagai Kabareskrim. Sementara internal polri menilai figur tsb masih sangat junior dan menginginkan tampilnya figur senior yg menjadi Kabareskrim baru. “Tarik menarik ini membuat penunjukan Kabareskrim yang baru berjalan sangat alot tidak secepat penunjukkan plt Kapolri maupun Kapolri baru, sehingga TR mutasi yang keluar Jumat siang itu tidak bisa menampilkan Kabareskrim baru,”tegasnya.

Kedua, tambah Neta, dari mutasi ini terlihat Idham Azis sebagai kapolri baru mulai menunjukkan kekuatan dengan menyusun orang-orangnya maupun pendukungnya. Penempatan Niko Alfinta dan M Fadil dalam mendapat job bintang dua di staf ahli Kapolri makin nyata menunjukkan bintang mereka bakal bersinar terang, sehingga diprediksikan dalam waktu dekat keduanya akan segera menjadi Kapolda Sumut dan Kapolda Sulsel.

Ketiga, mutasi ini menunjukkan juga secara nyata bahwa “kekuatan lama” di Polri begitu cepat digeser Idham dan figur figur milik kekuatan lama itu ditempatkan pada posisi posisi  yang kurang strategis dan turun kelas.

Bagi Neta, adanya isu tiga matahari yang sempat menerpa Polri sepertinya bakal lenyap. Sebab lewat mutasi ini terlihat kekuatan lama mulai digeser dan kekuatan baru mulai muncul memperkuat posisi. Apakah pergeseran pergeseran ini akan membuat Polri makin terkonsolidasi, publik harus menunggu mutasi lanjutan. “Dengan adanya tarik menarik yang kuat menyangkut posisi Kabareskim menunjukkan matahari matahari di Polri makin menunjukkan pengaruhnya. Tidak seperti dalam penunjukkan plt Kapolri dan Kapolri baru, mereka cenderung landai,” terangnya.

Fenomena keempat, selama ini polisi yg menjadi ketua KPK adalah jenderal bintang dua (Irjen) purnawirawan dan itu tidak ada masalah. Jika sekarang ketua KPK terpilih Firli dinaikkan pangkatnya menjadi bintang tiga sebelum menduduki kursi ketua KPK berarti ada perubahan strategi di tubuh Polri dalam melihat keberadaan lembaga anti rasuah tsb. Perubahan strategi itu bisa jadi untuk memperkuat KPK dgn pimpinan jenderal bintang 3 dan sekaligus memperkuat wibawa ketua KPK agar tidak mudah dilecehkan atau dianggap remeh oleh pegawai KPK maupun oleh wadah Pegawainya. Dengan naiknya pangkat ketua KPK menjadi komjen otomatis keberadaan KPK setara dengan BNN maupun BNPT yang selama ini dipimpin jenderal bintang tiga. Dampak lainnya, ketua KPK Komjen Firli berpeluang pula untuk menjadi calon Kapolri pasca Idham Azis yang akan pensiun pada Januari 2021.

Diketahui, mutasi dialami Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Firli Bahuri yang akan menjabat sebagai Kabaharkam Polri. Firki hanya menjabat sekitar satu bulan karena akan dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember nanti.

Perwira tinggi lainnya yang mendapat promosi jabatan yakni Irjen Pol Muktiono. Koordinator Staf Ahli (Korsahli) Kapolri ini diberi kepercayaan menjadi Kapolda Kalimantan Timur, menggantikan Irjen Pol Priyo Widyanto yang akan menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel).

Selanjutnta, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Refdi Andri, dimutasi sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri (Koorsahli). Posisinya digantikan Kapolda Bangka Belitung (Babel) Brigjen Istiono. Sementara, Brigjen Pol Istiono akan naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua saat menjabat Kakorlantas Polri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Bangka Belitung (Babel).

Kapolda Bangka Belitung (Babel)  akan diisi oleh Brigjen Anang Syarief, saat ini menjabat sebagai Dirpoludara Korpolairud Baharkam Polri.

Kemudian, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dipromosikan menjadi Staf Ahli bidang Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri dan naik pangkat jadi Irjen atau bintang dua. Penggantinya diisi oleh Wadir Tipidter Bareskrim Polri Kombes Agung Budijono. Kombes Pol Agung Budijono pun akan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi brigjen polisi atau bintang satu.

Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Nico Afinta Karo-karo akan menyerahkan jabatan tersebut kepada Kombes Ferdy Sambo, saat ini menjabat sebagai Koordinator Spripim Kapolri. Kombes Ferdy Sambo juga akan naik pangkat menjadi brigjen atau bintang satu.

Nico Afinta dipromosikan sebagai Staf Ahli bidang Sosial Politik (Sahlisospol) Kapolri yang merupakan kursi bintang dua. Nico akan mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua.

Selanjutnya, Kombes Argo Yuwono sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya kini menjabat sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. Posisi Argo selanjutnya digantikan oleh Kombes Yusri Yunus yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.(tim)