- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
BKO Karhutla Padamkan 71 Titik Api di Kabupaten OKI
KAYUAGUNG, SIMBUR – Setelah berjibaku selama 10 hari sejak 25 Oktober hingga 3 November akhirnya 850 BKO (bawah kendali operasi) selesai melakukan tugasnya. Mereka berhasil memadamkan 71 titik api di 12 kecamatan dengan 28 desa. Adapun BKO Karhutla terdiri dari 300 personel TNI, 500 personel Polri, 30 personel BNPB, dan 20 personel Satpol PP.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Firli Bahuri MSi mengatakan, dari 12 kecamatan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Cengal dan Pangkalan Lampam karena banyak lahan gambut yang terbakar. “Kami tidak tahu kedalaman gambut yang terbakar, “terangnya disela-sela apel konsolidasi satgas karhutla Sumsel di halaman Pemkab OKI, Minggu (3/11).
Selama operasi, lanjut Kapolda, tim berhasil memadamkan 250 hektar lahan gambut yang terbakar dan saat ini kondisi kerhutla turun drastis dan berharap dalam beberapa hari kedepan akan turun hujan.
Kapolda berterima kasih kepada semua BKO yang terdiri dari TNI, Polri, Sat Pol PP, BPBD Dan lainnya yang sudah berusaha memadamkan api. “Kalau dilihat 10 hari itu waktunya tidak lama tapi perjuangannya yang harus diapresiasi karena mengingat medan tidak mudah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda bersama Bupati OKI H Iskandar SE, Dandim 0402 OKI, Letkol Inf Riyandi, Kapolres AKBP Donni Eka Syaputra, Sekda OKI dan pejabat lainnya makan nasi bungkus bersama di tengah lapangan setelah apel.
Bupati OKI, H Iskandar mengapresiasi kinerja BKO yang membantu memdamkan api di OKI. “Meski anggota ini sudah ditarik tapi pembasahan masih terus dilakukan karena lahan gambut tetap harus dibasahi agar titik api tidak muncul kembali,” ungkap Bupati.
Untuk penanganan karhutla beberapa bulan terakhir memang banyak terjadi, tapi upaya pemadaman tidak terhenti dan berharap hujan akan segera turun. “Kalau dilihat di beberapa lokasi karhutla sudah mulai hujan meskipun belum merata,” terangnya.
Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin mengaku, pembasahan masih terus dilakukan hanya saja lahan terjadi ditempat yang sama. “TMC terus dilakukan hingga 10 November mendatang,” tandasnya.(wom)



