- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ikuti Visi-Misi Presiden Membangun SDM Unggul
KAYUAGUNG, SIMBUR – Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Indonesia Maju menjadi slogan perayaan Hari Kemerdekaan ke-74 tahun Republik Indonesia. Slogan ini menjadi refleksi bagi masyarakat Indonesia untuk kembali mengingat masa kebebasan Indonesia dari belenggu kolonialisme.
Di bawah kepemimpinan Bupati H. Iskandar, SE dan Wakil Bupati H.M. Djakfar Shodiq, strategi SDM ini diupayakan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ogan Komering Ilir.
“Sebagai kepala daerah saya sepakat dengan instruksi Presiden. Kami akan mengikuti visi-misi Presiden sehingga kebijakan daerah seiring, seimbang,” ungkap Bupati Iskandar.
Penguatan SDM menuju manusia unggul memiliki korelasi yang erat dengan meningkatnya taraf ekonomi masyarakat serta untuk menekan jumlah penduduk miskin dan pengangguran untuk menjadikan OKI menjadi daerah lebih maju dengan mengoptimalkan potensi bonus demografi dan sumber daya alam.
Oleh sebab itu, SDM Unggul termaktub dalam visi Ogan Komering Ilir Mandira, melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk penghidupan masyarakat OKI yang layak/seimbang jasmani dan rohani serta berdaya saing. Untuk mencapai visi SDM Unggul, strategi yang diemban Pemkab OKI dengan meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan melalui: penyempurnaan kualitas pendidikan, peningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan (gedung sekolah, laboratorium, dan perpustakaan), meningkatkan mutu tenaga pendidik dengan cara menaikan standar kompetensi guru atau pengaja, pemerataan tenaga pendidik pada wilayah terpencil.
Selanjutnya, meningkatkan sarana dan prasarana layanan kesehatan, nenjamin ketersediaan obat-obatan di rumah sakit atau di puskesmas, membangun puskesmas rawat inap di beberapa titik strategis dari masing-masing kecamatan, Penempatan tenaga kesehatan antara lain dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga analis, apoteker, dan tenaga ahli gizi di fasilitas kesehatan (puskesmas dan poskesdes) serta Mengintegrasikan program Jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) ke Jamkesnas (JKN).(wom)



