- Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Merah Putih, 9.294 Gerai Selesai Dibangun
- Persiapkan Muswil, SMSI Sumsel Harus Mengambil Langkah Strategis
- Optimistis Festival Sriwijaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumsel
- Pastikan Sasaran TMMD di OKI Tercapai
- Angkat Wastra Kawai Kanduk, Borong Penghargaan
Satgas Darat dan Udara Terus Perang Melawan Api
PEMULUTAN, SIMBUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi kembali di wilayah Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamtan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Kebakaran diketahui sejak pagi yang membakar lahan gambut. Mengetahui adanya hotspot (titik api) tersebut, Komandan Satgas Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono langsung meluncur ke lokasi dan memimpin langsung pemadaman yang dilakukan Satgas Darat bersama Satgas Udara, Sabtu (10/8).
Iwan, warga setempat mengaku api awalnya berasal dari pembukaan lahan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab. “Api merembet ke lahan pertanian masyarakat, dan lahan kosong serta merembet terus ke pinggiran jalan utama Palembang-Indralaya,” kata Iwan.
Satgas Karhutla Sumsel Kolonel Arh Sonny Septiono membenarkan adanya kebakaran lahan di Simpang Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Dikatakan Kolonel Sonny, ”Saat ini ratusan personel sudah diterjunkan untuk memadamkan api, baik dari personel TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni,” ujar Kolonel Sonny.
Selain melakukan pemadaman jalur darat, pihaknya juga dibantu dua helikopter untuk melakukan water bombing. “Kami terus melakukan upaya pemadaman di sana,” ungkapnya.
Lanjut Dansatgas, tim darat di sini sangat kesulitan melakukan pemadaman karena sulitnya sumber air. “Ditambah lagi di sana tidak ada hujan, udara panas dan angin kencang. Sehingga api dengan mudahnya menyebar luas,” katanya seraya menambahkan, ada dua titik api. “Kami tidak ingin meluas jadi seluruh kemampuan, kami kerahkan dimana ada titik api. Ada satu titik aja langsung kami kejar dan kami padamkan,” ujar Kolonel Sonny.
Diketahui, lima unit helikopter dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau Water Bombing di tiga daerah yang hingga saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yaitu yang ada di wilayah Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin (Muba) dan Indralaya Ogan Ilir (OI), Sabtu (10/8).
Selain pemadaman melalui jalur udara dengan water bombing, pemadaman kebakaran lahan dan hutan juga dilakukan melalui jalur darat. Hingga saat ini Satgas darat terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan titik asap dengan melakukan penyiraman di lahan terbakar yang masih terjadi di beberapa daerah di Sumsel.
Masing-masing daerah yang terkena masih terdapat Karhutla tersebut berada di lokasi milik Usaha Trans SP3 Jud-1 Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas sekitar 8 Ha. Selanjutnya di Desa Suka Merindu Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim dengan luas kurang lebih 5 Ha. Kemudian kebakaran lahan juga terjadi di Desa Muara Baru Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) lahan yang terbakar seluas kurang lebih 2 hektar.
Tim Satgas Gabungan Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni (MA), BNPB, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), RPK Perusahaan dan Tim Terpadu lainnya bersama-sama berjibaku padamkan api untuk mencegah meluasnya areal kebakaran hutan dan lahan tersebut.
Sarana dan prasarana peralatan pemadaman seperti alat berat, mobil pemadam (Damkar) dan mesin pomba air turut dikerahkan, bahkan tim Satgas bersama masyarakat membuat embung agar mengeluarkan air di sekitar lokasi dekat titik karhutla.
Satgas Udara Karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumsel juga telah ikut mendukung pemadaman melalui udara dengan mengerahkan 5 unit helikopter Water Bombing (WB), masing-masing 2 unit helikopter WB di Kabupaten Muara Enim, 2 unit helikopter WB di Kabupaten Muba dan 1 unit helikopter WB di Kabupaten OKI.
Dari hasil pantauan, sampai saat ini petugas Satgas Gabungan masih terus berjibaku memadamkan lahan yang masih terbakar, yang dilakukan melalui jalur darat dan udara. Dan diperkirakan titik api sudah semakin hilang di beberapa titik, dan hanya menyisakan asap. Kemungkinan api bisa hidup kembali disebabkan oleh faktor cuaca panas dan angin kencang.
Sementara itu, aparat gabungan TNI dan Kepolisian terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum terkait dengan kesengajaan membakar hutan dan lahan di lokasi Desa-Desa terkena dampak Karhutla. Sosialisasi juga terus ditingkatkan kepada semua pihak agar tidak membakar hutan dan lahan.(red/rel)



