Ekspor Santan Kelapa ke Cina dan Hongkong, Omzet Miliaran

OGAN ILIR, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru meninjau proses produksi dari  kelapa bulat menjadi santan siap eskpor  di Pabrik PT Kelapa Puncak Nusantara Jalan Raya Pipa Putih, Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (10/8). Hal itu dilakukan dalam rangka akselarasi ekspor komoditas pertanian di pabrik tersebut.

Usai meninjau  prosesing kelapa bulat menjadi santan  selanjutnya Gubernur melepas ekspor santan kelapa dari Provinsi Sumsel sebanyak 79.200 Kg ke Cina dan 12.600 Kg ke Hongkong dengan nilai ekspor  Rp1.071.840.000.

“Hari ini luar biasa. Kami berangkatkan ekspor santan kelapa ke Cina dan Hongkong. Sebagai kepala daerah, saya sangat bangga. Karena ini sebuah langkah besar yang berdampak langsung kepada para petani kelapa,” ungkap Herman Deru.

Dikatakan, apa yang dilakukan pabrik PT Kelapa Puncak Nusantara patut diapresiasi  karena akan berimbas pada  ekonomi petani kelapa di Sumsel. Untuk itu dirinya atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel dan atas nama  petani kelapa mengucapkan terima kasih.

Diceritakannya, beberapa hari setelah dirinya dilantik sebagai Gubernur  Sumsel  Oktober 2018 lalu. Dirinya bertemu dengan perwakilan petani kelapa yang sempat mengeluhkan rendahnya harga jual kelapa  di tingkat petani berkisar antara Rp300 hingga Rp 600 per butir. “Ini sebagai pekerjaan rumah. Selanjutnya, saya gagas membuat produk hilirisasi dari kelapa ini,” tegas Herman Deru.

Dia menilai pohon kelapa punya kelebihan dibanding pohon lain. Misalnya bagian batang bisa dijadikan  bahan bangunan. Begitu juga dengan bagian daun. Belum lagi bagian buah semuanya banyak manfaat. Karena itu dia  mengajak warga untuk berkreatifitas untuk meningkatkan nilai jual dari bahan baku dari kelapa..”Maka kita juga dituntut  mengubah pola pikir kita dalam meningkatkan produksi secara komperenshif,” imbuhnya.

Dirinya juga  mengingatkan semua pihak terkait untuk memberikan insentif kepada para pelaku usaha dalam bentuk memudahkan perizinan. Karena masih banyak komoditas lain yang memiliki nilai jual seperti halnya kelapa. “Untuk komoditas lain  seperti kopi, duku, durian juga memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Kita yakin ini akan  membanggakan Sumsel jika ini kita garap dengan serius,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan apa yang dilakukan kali ini merupakan salah satu bentuk mengakselarasi ekspor yang ada di Indonesia khusus di bidang pertanian. “Hari ini kami buktikan santan kelapa akan diberangkatkan ke negara Cina dan Hongkong,” ucapnya sembari menambahkan, tidak hanya Negara Cina dan Hongkong yang menerima kelapa dari Sumsel namun juga negara Belanda dan Amerika Serikat.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Palembang, Bambang Hesti menegaskan, pihaknya mencoba mencari solusi dengan cara mencari nilai tambah. Jika sebelumnya yang di eskpor dalam bentuk kelapa bulat. Maka kali ini ekspor dalam bentuk santan kelapa. (red/rel)