Empat Tahanan Kabur, Petugas Jaga Segera Diperiksa

PALEMBANG, SIMBUR – Akibat kaburnya empat penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Pakjo, sejumlah petugas jaga akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan. Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilkumham), Sudirman D Hury memastikan pihaknya akan segera mencari tahu apakah ada kemungkinan kelalaian atau keterlibatan petugas rutan sehingga mengakibatkan empat tahanan narkoba berhasil melarikan diri.

“Kami akan mendalami. Karena semua petugas jaga semalam 15 orang bersama dengan petugas kepolisian sedang ke lapangan melakukan pengejaran. Nanti hari Senin, saya akan kumpulkan di Kanwilkumham,” ujarnya saat mengunjungi Rutan Pakjo, Jumat (5/7).

Sudirman mengungkap jika keempat tahanan yang berhasil kabur adalah David Haryono, Feri, Subhan, dan Syarif Hidayat. Mereka berhasil mengelabui petugas jaga dengan menggergaji teralis dan menjebol tembok rutan.

“Mereka kabur dengan cara menggergaji teralis dan kemudian menjebol tembok atau dihancurkan oleh mereka. Saya sedang menyuruh periksa keseluruhan regu jaga semalam. Itu nanti akan dicek semua di kamar mereka oleh tim pemeriksa. Gergaji itu milik siapa dan bagaimana cara masuknya,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Sudirman, petugas sedang meakukan pengejaran berkoordinasi dengan polisi. “Kami harapkan dalam 1×24 jam, itu bisa tertangkap. Sementara petugas jaga yang 15 orang itu hari Senin baru akan kami periksa secara administratif, apakah ada keterlibatan mereka dengan kaburnya empat orang warga binaan itu,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sumsel, AKBP Agung Sugiyono SH MH membenarkan jika pihaknya ikut membantu pengejaran. “Kami bersama Polri tentu akan membantu untuk menangkap keempat orang itu. BNNP ada 15 personel,” ujarnya.

Ditambahkan, keempat tahanan yang kabur adalah tahanan narkoba dengan barang bukti (BB) tiga kilogram sabu. “Para tahanan itu BB 3 kilogram shabu yang ditangkap di Palembang atas nama David Haryono dari Lubuklinggau. Ketiga lainnya berasal dari Lubuklinggau. Sebenarnya kelompok mereka ada tujuh orang,” lanjutnya. (dfn)