Satu Keluarga di Perumahan Murah Talang Jambe Keracunan Asap Genset, Bocah 10 Tahun Meregang Nyawa

PALEMBANG, SIMBUR – Malang nasib satu keluarga di Perumahan Putramas Residence, Jalan Rawa Jaya RT 10 RW 03, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Akibat rumah yang ditinggali belum dialiri listrik akhirnya keluarga tersebut menggunakan genset. Upaya itu justru diduga menjadi penyebab mereka keracunan karbonmonoksida (CO) sehingga menyebabkan sang anak meninggal dunia.

Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda menjelaskan bahwa dari olah TKP yang dilakukan, dugaan kuat penyebab musibah tersebut adalah karena keracunan gas CO atau asap pembuangan alat genset yang diletakkan di belakang kamar mandi.

“Kronologinya ada tetangga korban yang datang dan membongkar pintu. Setelah itu, dia melaporkan ke ketua RT dan masyarakat setempat dan akhirnya dicek. Ketiga korban ditemukan sudah tergeletak. Kalau tidak salah anaknya sudah mengeluarkan darah dari mulutnya. Sementara untuk bapak sempat kritis dan ibunya sudah melewati masa kritis. Hanya saja anaknya sudah meninggal dunia,” ungkap Kompol Rivanda, dikonfirmasi Simbur, Senin (10/6).

Untuk sementara, lanjut Kompol Rivanda, berdasarkan hasil olah TKP kemungkinan besar genset berada di belakang kamar mandi. Asapnya masuk melalui kamar mandi, karena ketiga korban tidak sadar akhirnya terjadi.

“Diduga korban sedang dalam keadaan tertidur. Karena logikanya kalau tidak tertidur, (CO) tercium. Kita aja yang tidak tertidur kemudian mencium asap knalpot (CO) itu terasa. Otomatis (jika) keadaan kita sedang tertidur, pasti tidak terasa. Itu seperti ibaratnya AC (gas) di dalam mobil kalau kaca tidak dibuka itukan tidak terasa, tiba-tiba langsung pingsan. Nah seperti itu (contohnya). Cuma kami masih menunggu keterangan dari orang tuanya karena belum bisa kami mintai keterangan saat ini. Terutama dari ibunya, nanti kalau (sudah) sehat baru kami minta keterangan,” jelasnya.

Ditambahkan, dari hasil visum luar dipastikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Namun, karena upaya autopsi ditolak oleh keluarga besar korban, maka pihak kepolisian menunggu keterangan dari orang tua dan RS Bhayangkara.

“Kalau dari hasil visum luar (jasad anak) tidak ditemukan bekas-bekas kekerasan, begitupun dari ibu dan bapaknya, makanya kami masih menunggu. Kemudian, untuk dilakukan autopsi juga keluarga besarnya menolak. Jadi hanya visum luar dan menunggu keterangan dari RS Bhayangkara apakah mungkin ada tanda-tanda kekerasan atau lainnya,” jelasnya dan memastikan jika rumah tersebut belum dialiri listrik.

“Iya, belum ada listrik makanya yang bersangkutan menggunakan genset karena mungkin baru masuk (pindah),” tambahnya.

Terkait musibah tersebut, Kompol Rivanda berharap dan mengimbau agar warga senantiasa waspada apabila menggunakan genset dalam waktu yang cukup lama. “Kami mengimbau jika rumah belum dialiri listrik, mungkin harus berhati-hati dalam penggunaan genset. Gas CO atau gas pembuangan itu yang berbahaya, karena tidak terasa biasanya tiba-tiba kekurangan oksigen dan langsung pingsan,” pungkasnya.

Dari hasil identifikasi kepolisian di TKP, korban yang masih satu keluarga tersebut adalah Dedi Susanto (32) yang masih dalam kondisi kritis, dan Sri Wulandari (29) yang masih menjalani perawatan di rumah sakit namun sudah mulai membaik. Sementara korban meninggal adalah M (10), anak dari pemilik rumah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). (dfn)