Kapolda Segera Tarik Brimob Sumsel Pulang, Nama Kapolri Disebut saat Aksi Damai di Palembang

PALEMBANG, SIMBUR – Ratusan demonstran yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat Pelanggaran HAM (GERAM) saat aksi damai di depan Mapolda Sumsel, Selasa (28/5). Aksi massa yang terdiri dari gabungan ormas Islam tersebut menuntut penarikan personel satuan setingkat kompi (SSK) Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumatera Selatan yang di-BKO (bantuan kendali operasi) ke Polda Metro Jaya Jakarta.

Koordinator aksi, H Doni Meilano juga memastikan jika warga Sumsel yang ikut aksi damai di Jakarta, sempat bertemu dengan pasukan Brimob Sumsel. “Kami belum tahu apakah ada Brimob dari Sumsel yang terluka. Tetapi yang jelas ada (dikirim) karena kami bertemu dan mereka mengaku (Brimob) dari Palembang. Bagi Doni, tidak ada masalah jika Polda Sumsel mengirim pasukan ke Jakarta. Hanya saja, mereka menyesalkan aksi represif yang dilakukan aparat kepolisian kepada massa aksi yang berujung meninggalnya delapan orang dan lebih dari 700 orang menderita luka-luka.

“Mereka mengirim (Brimob) tidak ada masalah karena mungkin bagian dari pekerjaan (tugas). Tetapi yang kami sesalkan arogansi. Itulah yang membuat kami menyesali kenapa sampai sebrutal itu,” tegasnya.

Intinya, lanjut Doni, pihaknya ingin keadilan ditegakkan, dan kejadian di Jakarta tidak terulang lagi. “Bagi kami satu nyawa itu sangat berharga, apalagi mereka tidak berdosa, tidak bersalah. Begitu murahnya nyawa saudara kita akibat tertembak peluru tajam itu,” ujarnya dengan suara meninggi.

Selain menuntut agar Brimob ditarik kembali, massa aksi juga menuntut agar Kapolri bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan tersebut, dan diminta segera mundur dari jabatan Kapolri. “Karena kejadian itu adalah nasional, tambah Doni, Gabungan Ormas Islam dan warga Sumsel merasa prihatin. Oleh karena itu, kami menuntut Tito Karnavian mundur dari Kapolri karena kajadian-kejadian itu sangat memprihatinkan. Tentu Kapolri yang bertanggung jawab atas kejadian itu, sehingga kami minta (Kapolri) bertanggung jawab. Tuntutan kami khusus warga Sumsel untuk mundur sebagai Kapolri,” tegasnya dan memastikan jika Kapolda sudah menerima tuntutan-tuntutan massa aksi dan akan disampaikan ke Jakarta.

Pihaknya juga meminta kejadian itu diusut tuntas. “Siapa pelakunya, jenis tembakannya (senjata), jenis pelurunya. Harus juga dibuka untuk umum demi tegaknya keadilan,” pungkasnya.

Diketahui, GERAM yang di dalamnya adalah Forum Umat Islam (FUI), FPI, Masica ICMI, HMI, gabungan majlis taklim menyampaikan tiga butir pernyataan sikap dalam menyikapi aksi represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa aksi damai di Jakarta 21-22 Mei lalu.

“Pertama, menuntut Kapolda Sumsel untuk menarik pasukan Brimob yang ditempatkan di Jakarta. Kedua, menuntut pihak Kepolisian mengusut tuntas kematian para anak-anak muda kita yang ikut aksi damai waktu itu. Ketiga, menuntut Kapolri untuk mundur,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan pengiriman BKO Brimob Polda Sumsel untuk memenuhi permintaan bantuan personel pengamanan pasca pemungutan, penghitungan dan penetapan suara Pemilu 2019. Menurut Kapolda, ada sekitar empat kompi Brimob Polda Sumsel yang di BKO kan ke Jakarta untuk mengantisipasi aksi damai di depan kantor Bawaslu RI pada 21-22 Mei lalu. “Dari kami (Polda Sumsel) sekitar empat kompi. Sejauh ini belum ada (terluka) karena mereka (ditempatkan) di Bawaslu RI,” ungkapnya.

Terkait kapan akan menarik anggota Brimob Sumsel kembali ke Palembang, Kapolda memastikan akan dilakukan secepatnya jika kondisi keamanan di Jakarta sudah terkendali. “Ya kalau sudah aman, dengan sendirinya akan ditarik. Mudah-mudahan kalau sudah aman, mungkin besok tanggal 30 Mei sudah bisa pulang. Karena itu menyangkut keamanan dan ketenteraman di Jakarta,” ujarnya.

Menanggapi aksi damai tersebut, Kapolda menegaskan sudah menerima perwakilan massa dan berjanji akan meneruskan tuntutan-tuntutan itu ke Jakarta. “Saya senantiasa menerima apalagi dengan cara-cara yang damai. Saya sudah menerima perwakilan massa sekitar sepuluh orang. Saya berterima kasih dan mengapresiasinya. Saya sudah menyampaikan bahwa tuntutan-tuntutan mereka sebagaimana ketentuan akan kami sampaikan ke Jakarta,” lanjutnya seraya berharap agar aksi tetap berjalan damai. “Hanya saja, saya berharap dan sampaikan, di Sumsel mengharapkan keamanan, kedamaian, dan ketenteraman untuk semua,” harapnya.(dfn)