- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tolok Ukur Pengamanan Pesta Demokrasi Terbesar di Indonesia
PALEMBANG, SIMBUR – Apel pergeseran pasukan pengamanan TPS Pemilu 2019 digelar di halaman Mapolda Sumsel, Minggu (14/4). Apel dikhususkan bagi pasukan yang bertugas mengamankan TPS saat pemilu 17 April mendatang dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.
Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menuturkan, apel ini digelar guna memberikan dukungan berupa tambahan personel kepada satuan kewilayahan dalam mengamankan Pemilu serentak tahun 2019. Baik dalam tahap pemungutan suara di TPS dan perhitungan suara pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPD RI, anggota DPR RI, anggota dprd kota dan kabupaten yang jatuh pada17 April 2019.
Diuraikan Kapolda, saat ini telah mengirimkan personel sebanyak 1.154 orang, antara lain ke Polresta Palembang, Polres Banyuasin, Polres Musi Banyuasin, Polres Musi Rawas, Polres Lahat, Polresta Pagaralam, Polres Oku Timur, Polres OKU Selatan, Polres OKU, dan Polres Empat Lawang.
“Pada pengamanan tahap ini personel akan diterjunkan langsung ke kesatuan wilayah guna membantu pengamanan pemilu pada saat pemungutan suara dan perhitungan suara. pahami betul bahwa tugas yang akan saudara laksanakan cukup berat. Karena itu, memerlukan keseriusan dan kesiapan saudara dalam melaksanakan tugas pengamanan. Sukses dan amannya pelaksanaan pemilu ini menjadi perhatian karena menjadi tolok ukur keberhasilan pengamanan pemilu serentak terbesar yang pernah dilaksanakan di Indonesia,” ungkapnya.
Zulkarnain juga turut mengimbau kepada seluruh petugas pengamanan untuk mempertajam deteksi dini, terhadap setiap perkembangan situasi yang berpotensi mengarah menjadi gangguan kamtibmas. Bahkan Ia menegaskan agar personel melakukan tindakan tegas kepada setiap pelaku dari kelompok manapun yang melanggar hukum. Karena pengamanan ini pada dasarnya bertujuan untuk melindungi kepentingan masyarakat luas.
“Jangan remehkan setiap kejadian yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas karena kejadian yang kecil dapat berkembang menjadi masalah yang kompleks apabila tidak diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Sementara, Gubernur Sumsel H Herman Deru optimis penyelenggaraan pesta demokrasi rakyat Indonesia yang tinggal menghitung hari akan berjalan dengan sukses. Untuk di Provinsi Sumsel saja, yang wilayahnya di perairan dan medannya sulit di tempuh ternyata logistik sudah sampai ditujuan dan sumber daya manusiannya juga sudah siap.
“Kami mempertahankan wilayah ini sebagai wilayah yang zero conflict. Saya lihat TNI dan Polri dan penyelenggara sudah siap. Kemarin secara komprehensif kami juga sudah cek ini di salah satu titik perairan dan yang medannya sulit. Kami sudah tinjau ternyata logistik sampai di sana dengan baik, TPS sudah siap, SDM juga sudah siap. Artinya KPU dan Bawaslu juga sudah sangat siap maka tinggal menunggu pelaksanaannya,” ungkapnya.
Ia berharap tingkat partisipasi masyarakat akan tinggi, karena masyarakat yang punya hak suara juga percaya diri untuk datang ke TPS. “Pemilu ini langsung umum, bebas dan rahasia. Karena hak suara mereka harus terkanal melalui proses demokrasi ini. Polisi yang bertugas di sana memfasilitasi itu petugas TPS juga mengetahui aturan-aturan dasar dari hak pemilih,” katanya.
Sementara, untuk masyarakat yang terkendala di persoalan untuk menggunakan hak suaranya, terkair KTP yang bermasalah atau belum mempunyai KTP atau tidak mendapat surat undangan. Herman Deru menuturkan masyarakat, bisa memakai Surat keterangan (suket) yang menjadi salah satu opsi bisa dipakai pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.
“Misalnya belum ada undangan, tapi dia punya KTP atau misalnya juga tidak ada KTP tapi dia ada suket itu ada aturanya semua. Saya yakin polisi sudah dibekali dengan aturan-aturan untuk membantu petugas TPS,” pungkasnya.(kbs)



