- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Digasak Rampok di Jalan, Emas Senilai Rp1,6 Miliar Melayang
PALEMBANG, SIMBUR – Aksi perampokan di Kota Palembang semakin merajalela. Amsiong dialami Akiong (71) dan istrinya Evi (65), pemilik toko emas yang dirampok di Jl Jalan Semeru, Kelurahan 17 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, sekitar Lapangan Hatta Palembang, Rabu (3/4) pagi.
Aksi perampokan yang diperankan empat pelaku itu sempat terekam CCTV di salah satu rumah milik warga tak jauh dari tempat kejadian perkara. Video perampokan itu langsung tersebar di media sosial.
Kejadian itu berawal saat pasangan suami istri ini hendak menuju tokonya Sumber Mas yang berada di Jalan Sayangan. Akiong dan Evi menumpang bentor (becak motor) tiba-tiba dihadang oleh empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.
Dua pelaku menghadang dari depan dan dua pelaku berada di belakang bentor. Saat dirampok, Akiong mempertahankan tas miliknya namun langsung dilukai oleh salah satu pelaku. Evi sang istri hanya dapat menjerit histeris meminta pertolongan kepada setiap pengendara yang kebetulan melintas.
Kedua korban langsung dilarikan ke RS RK Charitas untuk menjalani perawatan secara intensif. Akibat peristiwa itu, Akiong dan Evi harus kehilangan 25 kg emas dengan kerugian mencapai lebih dari satu miliar rupiah.
Kapolsek Ilir Timur I, Kompol Edi Rahmad menerangkan jika Djulijono dan Evi Julianty menjadi korban perampokan saat melintas di Jalan Semeru, Rabu (3/4) pagi. Diduga, korban yang menumpang becak motor (bentor) sudah diikuti dari belakang oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor. Dari pantauan CCTV, saat itu kondisi Jalan Semeru sedang sepi sehingga pelaku leluasa menjalankan aksinya.
“Saat tiba di TKP, dua orang pelaku menghadang Bentor yang ditumpangi kedua korban. Saat pelaku akan mengambil tas korban, sopir bentor sempat memukul salah satu pelaku dengan menggunakan kayu yang ada di bentor,” ungkap Kapolsek.
Melihat kejadian itu, lanjut Kapolsek, datang dua pelaku lainnya dan menabrak sopir bentor dari belakang hingga sopir tersebut terjatuh. “Saat itulah, pelaku yang menghadang korban, langsung merampas tas berisi emas. Evi yang memegang tas tersebut sempat melakukan perlawanan, namun nahas lengan kanan dan kirinya dibacok,” terangnya seraya menambahkan, Djulijono yang melihat itu juga berusaha mempertahankan barang miliknya, namun pelaku kembali membacok lengan kanannya, dan akhirnya keempat pelaku berhasil kabur dan membawa hasil rampokannya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah berjanji akan bekerja keras mengungkap kasus tersebut. “Langkah preventif yang dilakukan sudah ada unit-unit patroli, ada kamera cctv dan buktinya itu (kejadian) tercover oleh kamera. Itu kan sudah (langkah) preventif semua. Tinggal sekarang, kami bekerja keras untuk mengungkapnya,” tegasnya kepada Simbur, Kamis (3/4).
Dilanjutkan, kondisi saat itu korban tidak sedang berada di depan tokonya, sehingga luput dari unit patroli yang bertugas. “Kalau patroli, karena itukan (korban) diikuti. Kecuali kalau di depan tokonya. Di jalan dia (korban) diikuti,” jelasnya.
Sementara itu, kedua korban masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit RK Charitas. Menurut salah satu suster jaga yang tidak ingin disebut namanya, membenarkan jika luka kedua korban sudah dioperasi, dan saat ini sedang dirawat di paviliun Clara lantai 5 RS RK Charistas.
“Maaf Mas, untuk saat ini pasien tidak bisa dimintai keterangan, karena baru saja selesai dioperasi. Memang sudah tidak lagi dibawah pengaruh obat bius, tapi mereka masih trauma,” ujarnya saat dijumpai Simbur.
Suster jaga tersebut memastikan jika keluarga korban juga tidak ingin dimintai keterangan, dan mengarahkan agar menemui Humas RS RK Charitas. “Kalau mau lebih jelas, silahkan saja ke Humas. Nanti apakah disilahkan atau belum untuk bertemu dengan korban, itu Humas yang akan beritahukan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kerugian yang dialami oleh pasutri korban Curas tersebut terbilang sangat besar. Tas yang dirampas ternyata berisikan sepuluh keping emas dengan berat masing masing 100 gram, ditaksir seharga Rp 611.000.000. Kemudian, perhiasan 24 Karat seberat 1,7 kilogram terdiri dari kalung, cincin, anting, liontin, dan gelang milik korban dan pelanggannya, yang ditaksir Rp 950.000.000. Sampai berita ini diturunkan, keempat pelaku masih belum diketahui identitasnya, dan masih sedang dalam pengejaran petugas kepolisian. (dfn)



