- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kejar Buronan, Polisi Ditujah saat Masuk Sarang Preman
PALEMBANG – Anggota Jatanras Direskrimum Polda Sumatera Selatan, Briptu Agus (26) dikeroyok dan ditujah saat memasuki sarang preman Tangga Buntung, tepatnya di Jl Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Manggis Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Sabtu (23/2) sore. Kejadian itu dialami Briptu Agus ketika sedang mengejar buronan kasus pembunuhan di kawasan tersebut.
Briptu Agus mengalami tiga luka tusuk di punggung, pinggang dan di atas pinggang. Beruntung Agus berhasil diselamatkan rekan polisi yang memantaunya dari jauh dan langsung membawanya ke RS Bhayangkara Polda Sumsel. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tusukannya tidak kena paru-paru dan jantung jadi akan segera sembuh. Kapolda berjanji akan menyikat pelaku. “Dia sudah berani tusuk anggota saya, dan saya akan sikat (pelaku),” tegasnya, Minggu (24/2).
Sementara, Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alpiani mengatakan, Briptu Agus melihat si pelaku kabur dan langsung mengejarnya. Namun sayang, dia malah terjebak dan masuk ke sarang preman.
“Sampai di lokasi pelaku langsung berteriak dan Briptu Agus dikeroyok. Ada 15-20 orang pelakunya dan tiga pelaku melakukan penusukan dengan senjata tajam, pisau,” kata Yustan.
Dalam kondisi luka tusuk di punggung, Briptu Agus berusaha menyelamatkan diri. Kondisinya saat ini sudah membaik dan dalam perawatan. “Pelaku ada empat yang kami tangkap. Satu ditindak tegas karena melakukan perlawanan saat ditangkap,” kata Yustan.
Informasi yang dihimpun, polisi berhasil menangkap empat pelaku yakni Heriyadi, Khoiri, Ajit dan Agung yang pernah melakukan penusukan pada 2018 hingga korbannya Refi Saputra meninggal dunia.(bbs/jp/gp)



