- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sistem Tiket Terusan Masih Manual
PALEMBANG, SIMBUR – Kebijakan tiket terusan yang akan diterapkan bagi penumpang Light Rail Transit (LRT), bisa jadi menguntungkan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan. Akan tetapi, di sisi lain bisa jadi semakin menambah beban Pemprov.
Dengan harga tiket sebelumnya saja pemasukan LRT tidak mampu membiayai operasional, apalagi dengan mekanisme harga tiket terusan. Hal itu dibantah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nelson Firdaus saat diwawancarai Simbur di Hotel Amaris, Sabtu (16/2).
“Oh tidak, itu kan sudah (dibahas). Artinya begini, ini terkait dengan subsidi. Sampai sekarang pemerintah (pusat) masih mensubsidi. Sekarang sedang dibahas tinggal penandatangan. Nanti, harga tiketnya Rp7 ribu. Rp5 ribu untuk Trans Musi, Rp2 ribu untuk LRT,” katanya.
Menurut Nelson, tiket terusan akan efektif untuk meningkatkan okupansi penumpang LRT Palembang. “Ini baru kami mulai, itu akan efektif. Itu salah satu upaya kami untuk meningkatkan okupansi penumpang LRT,” ungkapnya.
Sistem penunjang tiket terusan tersebut diakui masih menemui kendala dan masih akan menggunakan sistem manual. Jika sudah berjalan dengan baik dan lancar, nanti akan menggunakan teknologi.
“Untuk menggunakan teknologi, itukan memerlukan kesiapan-kesiapan juga, tidak sembarangan, artinya kesiapan semua pihak. Mungkin masih ada pihak yang belum siap. Jelasnya untuk tahap awal itu pasti memakai sistem manual,” pungkasnya. (dfn)



