- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tomas dan Toga se-Sumsel Turut Amankan Pileg dan Pilpres
PALEMBANG, SIMBUR – Menjelang Pileg dan Pilpres 2019, Gubernur Sumsel H Herman Deru mewanti-wanti warganya untuk menjaga kedewasaan sikap dan tidak mudah ikut-ikutan terpancing sensasi yang disebutnya dengan istilah “menggaruk yang dak gatal”. Pernyataan itu ditegaskannya saat menghadiri Silaturahmi Kapolda Sumsel dengan tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) se-Sumsel tahun 2019, Senin (28/1) di Ballroom Hotel Swarnadwipa.
Diwawancarai usai acara, Herman Deru mengatakan kedewasaan sikap masyarakat saat ini sangat penting untuk menjaga Sumsel dari usikan yang datang dari luar. Meskipun Sumsel sendiri diakuinya sejak dulu memang tak punya bakat terpecah belah karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan perbedaan dengan kehadiran 9 suku yang ada.
“Sumsel ini sudah aman katek yang gatel, tapi kalo digaruk-garuk lecet jadinyo. Jadi saya mintak nian janganlah ikut-ikutan sensasi menggaruk yang idak gatal itu,” ujarnya mengumpamakan.
Istilah yang digunakannya itu menurutnya memiliki pengertian yang sangat luas yang ditujukan pada oknum-oknum yang suka mencari kesalahan-kesalahan yang tidak penting untuk memecah belah persatuan. “Di medsos ada banyak yang seperti itu. Mereka minta benerin jalan ini dan itu padahal mereka paham bahwa semua itu butuh proses sementara saya baru dilantik 1 Oktober. Mereka ini memancing jadi seolah-olah kita ini tidak bekerja. Saya cek itu mereka ini kadang dari kaum intelektual,” jelasnya.
Mengingat banyaknya oknum seperti itu, iapun meminta warga Sumsel harus mewaspadai setiap informasi yang masuk. Sedapat mungkin informasi itu harus disaring lebih dulu dengan sebaik-baiknya, karena tak menutup kemungkinan di balik itu ada kepentingan bisnis yang hanya menguntungkan sebelah pihak.
“Tadi ada dua yang saya contohkan misalnya Abu Tour, First travel itukan mereka menjadikan umrah sebagai komoditas untuk keuntungan mereka sendiri. Juga broadcast-broadcast lainnya jangan mudah dipercaya yang seperti itu,” jelasnya.
Terkait cara silaturhami itu sendiri Herman Deru mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. Mengingat manfaatnya yang sangat banyak dia berharap silaturahmi yang melibat tokoh agama dan tokoh masyarakat ini tidak hanya digelar di Palembang tapi juga ke seluruh Kabupaten dan Kota se Sumsel.
“Saya ingin resonansi acara ini menyebar ke Polres dan Kodim di daerah. Tujuannya menyamakan orang-orang dengan niat dan arah yang sama. Pada moment ini saya juga mengajak semua tokoh agama dan masyarakat untuk menyatukan kembali pemikiran. Kita sepakat dasar negara Pancasila jadi tidak usah sibuk mempersoalkan keimanan orang lain. Saya yakin kita tidak akan terpancing konflik karena masyarakat Sumsel sudah sangat dewasa,” bebernya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dalam sambutannya mengajak semua elemen masyarakat bersama menjaga ketertiban masing-masing. Termasuk kerukunan beragama, suku, ras, adat dan budaya. “Ini silaturahim ada dari Kepolisian Daerah Sumsel, Kodam II Sriwijaya, kemudian seluruh tokoh masyarakat dan pemuda. Ada juga tokoh agama serta Kakanwil Agama. Tujuannya untuk senantiasa kita bersatu dan mengamankan pelaksanaan Pileg dan Pilpres. Semua diikutkan untuk menjalin silaturahim bersama dalam keberagaman,” tutupnya.
Kapolda terus melaksanakan agenda tatap muka dan silaturahmi seperti yang kali ini dilaksanakan. “Dalam memasuki masa Pemilu banyak sekali kerawanan, mulai dari politik, ekonomi, budaya bahkan agama. Perbedaan tersebut sangat mudah sekali untuk memecah belah persatuan bangsa, maka dari itu kita sebagai warga masyarakat wajib ikut serta menjaga persatuan,” katanya.
Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan SIP MHum menyampaikan, dengan bersatunya komponen masyarakat, maka akan melaksanakan kegiatan dengan aman dan damai. “Saya mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat. Mari kita tingkatkan sinergi antar umat beragama dan masyarakat agar bisa menciptakan kondisi dan situasi damai, aman dan tentram. Semoga dengan membangun kebersamaan dan persatuan, pelaksanaan Pileg dan Pilpres dapat berjalan denganaman, tentram dan damai,” ungkap Pangdam.(kbs)



