Pulihkan Dahulu Ekosistem, Baru Sebar Benih Ikan

PALEMBANG, SIMBUR – Upaya Pemerintah Kota Palembang untuk menjaga habitat dan ketersediaan ikan di Sungai Musi dengan menebar benih ikan, dianggap tidak akan berpengaruh signifikan terhadap habitat ikan, bahkan cenderung sia-sia. Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Selatan (Sumsel), Haerul Sobri yang akrab dipanggil Eep menyarankan agar Pemkot Palembang tidak mengerjakan hal-hal teknis saja, namun lebih dulu melakukan pengkajian terhadap kerusakan ekosistem di sungai Musi.

“Niatnya bagus, tapi bagi kami (Walhi) yang paling penting itu dari hulu ke hilir. Dalam artian, kalau kami lihat, Pemkot Palembang selalu mengerjakan hal-hal yang (bersifat) teknis, sedangkan kadang-kadang mereka (Pemkot) tidak mengetahui pokok permasalahan di kota itu,” ujarnya saat dikonfirmasi Simbur, Senin (28/1).

Misalnya, lanjut Eep, percuma menyebar benih ikan di sungai Musi kalau yang mendukung benih (ikan) itu bisa hidup tidak dilakukan. “Jadi sebenarnya, yang lebih dulu dilakukan pemkot adalah melakukan pemulihan (habitat) atas dampak mengapa ikan-ikan bisa habis, mengapa sungai Musi tercemar atau rusak,” lanjutnya.

Pasalnya, Eep menilai jika saat ini sungai Musi menjadi tempat pembuangan limbah dan transportasi batubara. Dampak industri itu yang dinilai mengancam ekosistem sungai Musi. Belum lagi di daerah hulu dimana banyak pohon-pohon yang ditebang (ilegal logging) dan rusak. Jadi jika hujan lebat, aliran sungai Musi akan besar.

“Aktivitas di Sungai Musi sebagian besar digunakan untuk aktifitas industri. Kami yakin juga sebenarnya kalau pemkot tidak punya data berapa potensi limbah yang masuk di sungai Musi akibat (aktivitas) industri, rumah tangga, dan lain-lainnya,” ungkapnya seraya mengatakan lakukan kajian baru kemudian tebar benih ikan agar tidak sia-sia.

Terkait pengawasan, Eep juga menilai jika upaya itu belum dilakukan secara maksimal. “Sekarang memang PDAM masih memanfaatkan sungai Musi, tetapi kalau nanti betul-betul tidak bisa dimanfaatkan lagi, berarti terancamlah seluruh masyarakat di Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang,” ujarnya.

Harusnya, lanjut Eep, pemkot Palembang memaksimalkan fungsi-fungsi pengawasan dan tata kelola sungai Musi yang baik. “Kami tidak tahu sejauh mana pemkot melakukan komunikasi dengan Balai DAS,” harapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Fitrianti Agustinda yang ikut menebar benih ikan menyayangkan kegiatan tersebut karena tidak didampingi oleh nelayan-nelayan tangkap.

“Sebenarnya dalam kegiatan ini, saya juga ingin didampingi oleh nelayan-nelayan tangkap. Karena selain mengedukasi, kami juga bisa menghimbau kalau mencari ikan jangan gunakan alat-alat tangkap yang berbahaya, mengandung zat kimia, dan lain-lainnya. Karena ditakutkan nanti akan merusak ekosistem yang ada,” ujarnya.

Hal itu diperlukan karena perlu dilakukan sosialisasi Undang-Undang (UU) nomor 31/2009 tentang perikanan. “Saya ingin memberitahu jika ada UU nomor 31/2009 dimana barang siapa yang menggunakan barang kimia atau barang-barang yang berbahaya dalam penangkapan ikan dan justru merusak ekosistem, akan mendapatkan hukuman pidana,” katanya.

Terkait dugaan semakin berkurangnya jumlah ikan di Sungai Musi, Finda menepis hal tersebut. “Tidak ada informasi seperti itu. Tetapi, ini kan upaya untuk melestarikan yang ada dan mudah-mudahan tidak ada. Jangan sampai ada satu jenis ikan di Kota Palembang yang punah, itu yang saya takutkan,” ucapnya.

Karena, lanjut Finda, Kalau seluruh ikan ditangkap, bahkan sampai yang kecil-kecil juga ditangkap, takutnya nanti tidak bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. “Contohnya ikan belido, hilang. Kan sayang yah. Padahal makanan ciri khas Kota Palembang itu pempek dengan bahan dasar ikan belido,” sesalnya.

Terkait pengawasan aktivitas yang terjadi di sungai Musi,  Finda memastikan akan terus dilakukan. “itu (pengawasan) memang sampai sekarang terus dilakukan. Saya juga ingin agar Dinas Perikanan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan ke depan. Mudah-mudah ini (tebar benih) adalah salah satu cara untuk melestarikan ekosistem ikan yang ada di Sungai Musi,” harapnya. (dfn)