- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gubernur Akan Cek CSR Perusahaan
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel Herman Deru resmi melantik Pengurus Forum CSR Kesos Sumsel periode 2018-2022 sekaligus melaunching program Sumsel Peduli “ond day one thousand” di Griya Agung, Rabu (28/11). Dalam kesempatan itu HD menghimbau semua perusahaan swasta aktif dam jangan malu mengeluarkan CSR. “Jangan dinilai besar kecilnya. Jangan malu-malu keluarkan saja CSR. Walaupun kecil berikan saja,” tegasnya.
Lebih jauh Gubernur mengatakan semua perusahaan yang berkiprah di Sumsel jangan menjadikan provinsi ini sebagai tempat transit saja. Karena selama ini PPN Sawit, karet dan lainnya memang masuk ke Sumsel namun pada saat bagi hasil Sumsel tak mendapat apa-apa karena NPWP perusahaan sebagian besar dibuat di Jakarta.
CSR yang disalurkan secara rutin juga sebagian besar baru dilakukan BUMD dan BUMN. Sedangkan pihak swasta lainnya belum aktif berpartisipasi. Hal ini salah satunya disebabkan karena pemerintah kurang gencar mengingatkan akibat perusahaan ini sebagian besar berkantor pusat di Jakarta. “Kami ingtkan rekan-rekan kita yang NPWP di Jakarta agar ada keseimbangan karena mereka bergerak di berbagai provinsi,” jelasnya.
Di Sumsel lanjut Gubernur banyak sekali perusahaan tambang yang ambil bagian berinvestasi selain PTBA. Namun diakuinya kontribusi CSR yang diberikan perusahaan sebatas pada perusahaan itu-itu saja. Untuk itu secara tegas mantan Bupati OKU Timur tersebut meminta semua perusahaan aktif menyalutkan CSRnya baik dsri perusahaan pertanian, perkebunan dan lainnya.
“Di Sumsel ini banyak sekali perusahaan tambang, saya kira bukan cuma PTBA yang untung. Di bidang pertanian, perkebunan juga banyak. CSR mereka ini yang kita perlukan karena kalau hanya mengandalkan APBD yang tidak sampai Rp10 triliun kita hanya bisa jalan di tempat. Untuk itu saya minta PTSPĀ segera berkoordinasi dengan pemerintah di kabupaten kota,” tegasnya.
Terkait pelantikan pengurus, HD mengingatkan agar terus bersemangat dan jangan ragu. Diapun memastikan akan terus membimbing dan mendorong aktivitas forum CSR.
“Akan saya cek setiap saat. Berapa perusahaan terdata, yang memberikan CSR dan berapa yang sudah disalurkan. Semua akan saya cek,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum CSR Kesos Sumsel J Rianthony Nata Kesuma mengatakan selain melantik pengurus mereka juga melaunching program “one day one thousands”. Kegiatan ini merupakan penggalangan dana atau donasi individu masyarakat baik yabg bekerja dalam lingkungan perusahaan atau masyarakat umum untuk menyisihkan seribu rupiah perhari untuk kepentingan kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
“Kebaradaan forum ini adalah menjadi wadah menjembatani, memfasilitasi dan mengkoordnir mengatasi masalah sosial. target tujuan sustanaible tour. Termasuk menanggulangi bencana dan kemiskinan serta lainnya,” jelas Rianthony.
Adapun pengurus yang dilantik masing-masing di antaranya yakni J. Rianthony Nata Kesuma sebagai Ketua Forum CSR Kesos Sumsel periode 2018-2022 dan Wakil Ketua Hadi P dari Kompas Group.(red/rel)



