- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sebelum Gantung Diri di Pohon Jengkol, Sempat Minum Racun Rumput
# Eprianto Tewas Diduga Bunuh Diri akibat Putus Cinta
MUARA ENIM, SIMBUR – Warga Desa Kahuripan Baru, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim dikagetkan atas penemuan jazad pria tergantung diatas pohon Jengkol, Selasa (23/10). Pria tersebut diketahui bernama Eprianto (28) warga Dusun I desa setempat.
Informasi yang berhasil dihimpun, korban pergi dari rumah sekitar pukul 14.00 wib, usai membantu hajatan orang tuanya, Selasa (23/10). Curiga korban tak pulang hingga sore, keluarga pun memberitahukan hal tersebut kepada warga lain dan dilakukan pencarian korban.
Setelah dilakukan pencarian beberapa jam, korban akhirnya ditemukan oleh warga sekitar jam 23.00 WIB di kebun karet milik Alamsyah. Saat ditemukan posisi korban tergantung di pohon Jengkol dengan leher terikat tali nilon.
“Korban ditemukan warga tewas tergantung di pohon jengkol di kebun karet milik warga. Saat ditemukan posisi lidah korban menjulur, serta mengeluarkan air kecil. Korban selanjutnya diturunkan dan dibawa ke Puskesmas Tebat Agung,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono didampingi Kasubag Humas AKP M Yarmi melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah.
Lebih lanjut Apriansyah mengungkapkan, korban diduga meninggal akibat bunuh diri. Menurut keterangan dokter Puskesmas Tebat Agung tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Penyebab korban nekat bunuh diri diduga karena putus cinta,” ungkap Apriansyah.
Sementara itu, Imroni, ayah korban mengatakan, seminggu sebelumnya korban juga pernah melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan meminum racun rumput sehingga harus dirawat selama tujuh hari di RS Fadillah Prabumulih. “Dia (korban, red) juga sering melamun serta sering menyendiri,” tutup Imroni. (dpt)



