Roby Sugara Dibacok, Warga Setop Semua Truk Batu Bara yang Melintas

MUARA ENIM, SIMBUR – Belum lama penangkapan terhadap warga transosial Muara Enim. Kali ini terjadi korban akibat pembacokan terhadap warga Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim. Pembacokan diduga dilakukan kru atau kernet salah satu mobil truk batu bara.

Diterangkan salah satu warga Desa Tanjung Raja yang enggan menyebutkan namanya. Mereka lagi berdemo melakukan penyetopan truk batu bara karena di lokasi kejadian sedang melakukan perbaikan jalan yang longsor. Seperti biasa warga mengatur lalu lintas, karena jalan hanya bisa dilewati satu mobil saja. Ternyata sopir truk tersebut tidak mau diingatkan dan masih tetap jalan, kemudian yang mengatur lalu lintas tersebut meneriaki sopir truk tersebut.

Mungkin tidak terima diteriaki, tiba-tiba keluarlah kernet truk sambil membawa golok, kemudian membacok Roby Sugara bin Asri (22), warga Desa Tanjung Raja, yang lagi mengatur lalu lintas di TKP, Minggu (21/10). Akibat kejadian itu, warga Desa Tanjung Raja yang menjadi korban. Masyarakat secara spontanitas tidak dapat menerima kejadian ini dan melakukan aksi penyetopan terhadap truk angkutan batu bara (angbara).

Penyetopan yang dilakukan masyarakat yang lewat dan melintas di wilayah desa Tanjung Raja, dengan tujuan agar pengurus transportir datang untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kru truk terhadap korban pembacokan tersebut. Karena adanya aksi penyetopan yang dilakukan masyarakat, kemacetan lalu lintas yang terjadi mencapai sekitar 10 kilometer. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Senin (22/10) Transportindo batu bara tersebut sudah mendatangi massa yang ditengahi pihak polres Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta bahwa pihak transportir telah hadir dan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan terhadap korban Robby Sugara (22) warga desa Tanjung Raja hingga sembuh.

“Pihak transportir dalam hal ini PT Tera yang diwakili oleh Tarmizi telah menjalin kesepakatan dengan keluarga Korba bahwa pihak perusahaan akan menanggung biaya pengobatan sampai korban sembuh. Dan atas kesempatan ajaran itu sekitar pukul 17.00 massa pun membubarkan diri,” terang Irwan Andeta. (dpt)