- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Komitmen terhadap Profesi dan Uji Kompetensi, PWI Sumsel Raih Penghargaan Bergengsi
# SMSI Usung Sertifikasi Perusahaan Media Siber
PALEMBANG, SIMBUR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu perwakilan PWI yang terbaik di tanah air. Hal itu dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan Ketua PWI Pusat Margiono kepada Ketua PWI Sumsel, H Ocktap Riady SH, pada Kongres XXIV PWI di The Sunan Hotel, Solo, Jumat (28/9) malam.
Selain PWI Sumsel, penghargaan juga diterima PWI DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Lampung, Riau, Banten, dan Kalimantan Tengah. Terkait itu, Ketua PWI Pusat, Margiono dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa indikator dan penilaian atas penghargaan yang diberikan kepada perwakilan PWI provinsi.
“Ada beberapa tahapan proses dan penilaian dalam memberikan penghargaan kepada PWI perwakilan terbaik. Salah satunya komitmen dalam memajukan dan meningkatkan keprofesionalan serta harkat martabat jurnalis dalam melaksanakan UKW (uji kompetensi wartawan), ” tegas Margiono dilansir Sumateranews.
Ketua PWI Sumsel H Ocktap Riady SH mengakui, banyak keterbatasan dalam pelaksanaan UKW di Sumsel. Untuk itu, lanjut Ocktap, PWI Sumsel menargetkan sekitar 90 persen wartawan maupun jajaran pimpinan redaksi sudah mengikuti UKW pada 2019.
“Kami optimis dapat terealisasi. Tentu dengan melibatkan pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan-perusahaan swasta, BUMN atau BUMD yang ada di daerah yang memiliki pandangan sama terkait kemajuan jurnalis. Di samping bantuan dari pemerintah daerah,” ungkap Ocktap yang juga menjabat Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Selatan itu.
Sementara itu, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Auri Jaya dalam sarasehan pers rangkaian Kongres ke-24 PWI mengatakan, profesionalitas wartawan tak lepas dari sertifikasi yang dimiliki perusahaan media. “Yang dibutuhkan adalah sertifikat. Ke depan, setiap perusahaan media yang akan ikut berpartisipasi dalam tender pemerintah harus melampirkan copy sertifikat keanggotaan dari organisasi atau serikat perusahaan media,” ungkapnya. (red/rel)



