Rumah Pensiunan Polisi Terbakar, Keluarga Korban dan Petugas PBK Baku Hantam

PALEMBANG, SIMBUR – Api padam, emosi justru makin menyala. Terjadi baku hantam antara keluarga korban dengan petugas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK). Locus delicti kebakaran terjadi di sebuah rumah milik pensiunan polisi yang berlokasi di Jalan Rama Raya, RT 39/11, Maskarebet, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Jumat (24/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

Keluarga korban yang sangat terpukul tiba-tiba berteriak menyerang petugas PBK. Ia tidak bisa mengendalikan emosi akibat rumahnya nyaris hangus dilalap si jago merah.

“Apa Pak? Kami sudah bekerja. Kami sudah padamkan api,” seru salah satu petugas PBK tak kuasa membendung emosi. Warga pun sempat melerai namun suasana kembali memanas. Beberapa keluarga korban lainnya menyerang petugas PBK. Tak ayal petugas PBK lain yang bekerja pun tersulut emosi sehingga terjadilah keributan dan kontak fisik.

Akibat bentrok tersebur, salah seorang keluarga korban kebakaran, terkena pukulan di kepala hingga darah segar bercucuran. Pihak keluarga yang perempuan hanya bisa menjerit histeris dan menangis, meminta mereka menghentikan baku hantam.

Diketahui, rumah yang terbakar itu milik H AKBP Imron Dedi, pensiunan polisi. Rumahnya ludes terbakar dan bangunan tingkat di sebelahnya cepat diselamatkan. Sebuah helikopter milik PBK dengan cepat mengebom dengan air ke rumah yang terbakar.

Saat kejadian, rumah tersebut sepi diduga ditinggal penghuninya. Tidak lama kemudian Imron sang pemilik yang baru saja pulang salat Asar kaget setelah tetangganya mengatakan rumahnya yang terbakar.

Dalam hitungan menit, api dengan cepat memberangus rumah tembok warna putih. Selagi api tengah membesar, warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadaanya. Kejadian itu dilaporkan ke petugas PBK dan kepolisian.

Alhasil, api yang berkobar itu berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan rumah bertingkat milik korban. Setelah helikopter pengebom air, sekitar 6 unit mobil PBK datang ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.45 WIB.

“Iya ini rumah pak Imron, purnawiraman polisi. Katanya api dari korsleting listrik, waktu tetangga lewat melihat ada percikan api kemudian terbakar. Itu ada buku-buku dan baju di lemari di dalam ruang tengah, jadi api cepat menyala. Apalagi ini musim kemarau,” ungkap Sopian warga sekitar.

Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda melalui Wakapolsek
AKP Polin menegaskan rumah yang terbakar merupakan purnawirawan Polri. “Penyebab kebakaran sedang kami selidiki lebih lanjut. Satu rumah terbakar, satu bagian bangunan bertingkat sebelah masih rumah korban masih utuh,” ungkapnya.

Terkait keributan Polin menegaskan, pihaknya berusaha mendamaikan karena situasinya memang benar-benar tidak memungkinkan. “Ya tadi sempat terjadi keributan, tetapi kita sudah berusaha menenangkan. Satu pihak mengalami kebakaran, satu pihak lagi bekerja untuk medamkan api,” tukasnya. (tim)