Kalau Anjing Gila Akan Segera Dibunuh

KAYUAGUNG, SIMBUR – Anjing di kompleks perumahan mulai meresahkan warga. Pasalnya, penjual madu asal OKU Timur, Abu (38) telah diserang dan digigit seekor anjing milik warga saat menjajakan dagangannya di sebuah perumahan di Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Senin (30/7).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) OKI Aris Panani mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek keberadaan anjing tersebut. Untuk memastikan apakah anjing itu gila atau tidak.

“Saat mendengar informasi (tadi), tim kami langsung turun dan melihat dari gigitannya kalau lebih tinggi itu bisa dikatakan anjing gila. Sementara anjingnya sudah ditangkap dan akan diperiksa apakah ini anjing gila atau bukan. Kalau anjing gila akan segera dibunuh,” jelasnya.

Menurutnya, kasus anjing gila ini sendiri jarang terjadi di wilayah Kabupaten OKI. Meskipun demikian dirinya tetap mengimbau untuk waspada. “Iya karena hewan seperti ini bisa agresif meski bukan anjing gila. Bisa jadi karena merasa terganggu, atau anaknya diganggu dan lain sebagainya. Pada intinya harus tetap berhati-hati,” tegasnya.

Dari keterangan korban Abu, saat itu dirinya tengah menawarkan madu pada pemilik anjing, lalu tiba-tiba anjing mengejarnya dan menggigit betis sebelah kanannya. “Saat itu baru selesai menawarkan madu ke pelanggan. Tiba-tiba saat keluar datang seekor anjing dang langsung mengejar,” katanya.

Setelah sempat sedikit kejar-kejaran, anjing tersebut menggigit kaki kirinya pada bagian betis kanan. “Ada satu gigitan dan langsung diobati pemilik anjing,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, dirinya mengalami luka dan merasa nyeri pada bekas gigitan anjing. “Tadi minta disuntik, tapi kata pemilik diberi antibiotik dan sabun,” katanya seraya mengungkapkan memang sering menjajakan dagangannya di wilayah Kecamatan Kayuagung. (yrl)