Puluhan Preman dan Wanita Malam Terjaring Razia Gabungan

PALEMBANG, SIMBUR – Razia pengamanan jelang Asian Games 2018 di Kota Palembang digelar Jumat (27/7) malam. Sebanyak 631 personel gabungan TNI-Polri berhasil mengamankan puluhan orang termasuk wanita malam yang masih di bawah umur.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengingatkan dan membersihkan premanisme, termasuk razia bagi warga yang tidak dapat menunjukkan identitas (KTP). “Dengan sasaran, kegiatan masyarakat di malam hari, khususnya tempat yang akan dikunjungi para atlet, suporter, dan pengunjung dalam rangka Asian Games yang akan datang. Adapun lokasi yang disebar yakni tempat hiburan, Pasar 16 Ilir, tempat kuliner, dan hotel. Upaya cipta kondisi tersebut agar masyarakat Sumsel benar-benar menyadari tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana tenteram, damai,” ungkap Kapolda.

Sementara, Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede menjelaskan, dalam razia tersebut tim gabungan berhasil mengamankan puluhan orang dari beberapa lokasi berbeda. “Razia yang dilakukan, ada puluhan orang yang diamankan. Diantaranya preman, anak jalanan, juru parkir liar, pedagang tuak, dan wanita penghibur. Mereka langsung dibawa ke Polresta untuk didata dan diberi pembinaan”, ujarnya.

Masih kata Kabag Ops Polresta Palembang tersebut, dari puluhan orang yang diamankan tersebut, terdapat beberapa wanita penghibur yang masih di bawah umur, dan dua orang yang kedapatan membawa narkoba, yakni Andi (45), warga Kelurahan 5 Ulu, dan Isul (18) warga Kelurahan 15 Ulu.

“Untuk yang membawa narkoba ada 2 orang, dan langsung kami proses hukum. Sesuai perintah pimpinan, operasi Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan ini dalam rangka pengamanan Asian Games 2018,” pungkasnya.(lks)