- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Berbak Sembilang Resmi Jadi Cagar Biosfer Dunia
PALEMBANG, SIMBURNEWS – Taman Nasional Berbak Sembilang yang terletak di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan telah disetujui masyarakat internasional sebagai salah satu cagar biosfer dunia. Hal itu berdasarkan hasil sidang 30 th Session of The International Coordinating Council (ICC) of The Man and Biosphere Program (MAB) di ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (25/7).
Duta Besar (Dubes) Prancis, Wakil Tetap Indonesia untuk Unesco, Letnan Jenderal TNI Hotmangaradja Pandjaitan, mengatakan, melalui sidang ini, dapat membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memang berkomitmen dalam memelihara lingkungan. “Melalui sidang ini, dapat dibuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memang berkomitmen dalam memelihara lingkungan,” ungkapnya.
Masih kata dia, Indonesia dipercaya dalam berbagai cagar alam dan cagar budaya oleh UNESCO. “Dengan adanya tiga nominasi cagar biosfer tersebut, merupakan bukti nyata bahwa Indonesia terus memelihara alam,” ucapnya bangga.
Sebelumnya, lanjut dia, Indonesia telah memiliki 11 cagar biosfer dan ditambah 3 nominasi yang sudah disetujui, menjadi 14 cagar biosfer. “Indonesia telah memiliki 11 cagar biosfer dan ditambah 3 nominasi yang sudah disetujui, menjadi 14 cagar biosfer. Tahun depan akan ada penambahan lagi nominasi cagar biosfer,” tambahnya.
Disinggung mengenai pemeliharaan, Hotmangaradja Pandjaitan juga menambahkan Indonesia akan terus memelihara. “Jika terbengkalai, maka akan di-black list”.
Dikonfirmasi, Prof Dr Ir Yohanes Purwanto, Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia LIPI mengatakan, ada beberapa implementasi konsep cagar biosfer. “Antara lain konservasi sumber daya alam hayati, pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan sekitarnya, dan meningkatkan nilai melalui penelitian,” imbuhnya.
Sementara itu, staf khusus gubernur bidang perubahan iklim, Dr Najib Asmani mengatakan kepada para wartawan, dengan ditetapkannya Berbak Sembilang bisa menambah kekuatan khususnya bagi Sumatera Selatan dalam hubungan Internasional. “Ke depan, pemerintah bersama masyarakat bisa menjadikan prioritas terhadap cagar biosfer tersebut”, pungkasnya.(lks)



