Kader Golkar di OKI “Ganti Kulit” Menangkan Iskandar-Shodiq

# Delapan Komcam Tinggalkan Aqor demi Dukung ISO

 

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Tim pemenangan Iskandar-Shodiq merilis data hasil survei yang berisi peluang calon bupati dan wakil bupati itu memenangi Pilkada OKI. Dampaknya, banyak pendukung pasangan calon lain yang ganti kulit (mengalihkan) dukungannya kepada ISO.

Sebanyak delapan orang Komisariat Kecamatan (Komcam) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mantap mendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut satu, H Iskandar SE – H M Dja’far Shodiq (ISO) dalam pemilihan Kepala daerah (Pilkada) OKI 2018. Padahal, partai dengan gambar beringin tersebut sebelumnya adalah pengusung Paslon lainnya, Azhari – Qomarus.

Informasi yang beredar, delapan Komcam tersebut diantaranya adalah Kecamatan Pedamaran, Kecamatan Teluk Gelam, Kwcamatan Jejawi, SP Padang, Cengal, dan Mesuji. Berbelotnya para kader partai ini sekaligus menambah deretan kader partai yang tidak mengindahkan instruksi dari partainya.

Terkait hal ini, Komcam Golkar Kecamatan Cengal, Saidi menjelaskan, alasan dari pihak ya mengalihkan dukungan kepada ISO lantaran di sana ada H Shodiq yang menurutnya adalah panutan dari mereka. Benar saja, H Shodiq adalah mantan anggota DPRD OKI dari Partai Golkar.

Selain sebagai figur, Saidi menilai bahwa H Shodiq adalah orang yang rendah hati dan terkenal santun. “Memang benar beralih dukungan, karena di situ ada pak Shodiq, dari pada aku menggerakkan untuk orang lain lebih baik aku menggerakan untuk saudara sendiri,” kata Saidi saat dikonfirmasi via ponselnya.

Menurutnya, H Shodiq sudah dianggap sebagai keluarga sendiri, dan dirinya memilih memperjuangkan saudara sendiri ketimbang memperjuangkan orang lain kendatipun secara garis partai mendukung yang lain.

Selain itu, ungkapnya, peluang kemenangan paslon satu lebih besar dari paslon lainnya dan menjadukan hal ini sebagai pertimbangan. “Kami sudah bertemu dengan Pak Islandar SE dan kami sudah sampaikan tidak mendukung paslon 3, dan alasan yang disampaikan teman-teman komcam lainnnya sama saja,” ujarnya.

Dirinya menegaskan bahwa, dirinya telah siap menerima konsekuensi dari keputusan yang diambil tersebut meski harus diberhentikan dari kepengurusan partai. “Saya dari dulu siap, apapun risikonya, namun harus saya tegaskan bahwa pak Shodiq juga kader Golkar, jadi saya akan mempertahankan prinsip saya termasuk orang-orang yang mendukung saya. Kalau memang kader yang lain ada yang ingin ikut kita arahkan kepada paslon satu,” jelasnya. (yrl)