Masyarakat Cerdas Sukseskan Pilkada dan Asian Games

LEMPUING, SIMBURNEWS – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H M Rifa’i SE tak henti-hentinya mengajak agar masyarakat OKI untuk terus menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten OKI. Menurutnya, kondusivitas yang harus dijaga ini dalam dalam berbagai bidang.

Pasalnya, pada tahun 2018 ini, Sumsel dan Kabupaten OKI akan dihadapkan dengan beberapa agenda besar. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri safari Ramadhan dan peringatan nuzulul Qur’an di Masjid At-Taqwa Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Kamis (31/5). “Dua even besar tersebut adalah pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan Asian Games,” kata Rifa’i.

Terkait hal ini, dirinya meyakini bahwa masyarakat Kabupaten OKI merupakan masyarakat yang cerdas dan dapat lebih cermat untuk mensukseskan pilkada serentak ini.

Selain itu, even besar yang juga akan dilaksanakan di Sumsel adalah Asian Games. Bahkan, suksesnya pelaksanaan Asian Games ini mempertaruhkan nama Sumsel, bahkan Indonesia di mata dunia. “Ratusan bahkan ribuan tamu yang datang dari 45 negara nanti akan datang ke Palembang untuk mengikuti even ini. Sehingga kita harus mensukseskan even besar ini,” ujarnya.

Untuk mensukseskan even ini, menurut Rifa’i, selain menjaga kondusivitas wilayah, satu hal yang juga harus dijaga adalah mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutbunla) yang dapat menyebabkan bencana karhutbunla. “Mari kita bersama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi seperti beberapa tahun lalu,” jelasnya.

“Diketahui beberapa waktu lalu, OKI menjadi salah satu menghasilkan asap yang cukup besar. Jika terjadi ini dapat mengganggu jalannya Asian Games, ini akan mencemarkan nama baik Sumsel bahkan nama Indonesia,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, selain menghadirkan Ustaz Sholihin Hasibuan sebagai penceramah, Plt Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk operasional masjid agung. “Dana ini diharapkan dapat meningkatkan dan memakmurkan masjid Agung ini. Saya ingat betul, waktu itu saat awal merenovasi keuangan masjid hanya ada dana sekitar Rp2 juta, beberapa peraturan kita berlakukan mulai dari sumbangan semen bagi yang akan menikah hingga bantuan lainnya,” bebernya seraya menambahkan, dana Rp5 juta santunan anak yatim 30 orang anak yatim tersebut bersumber dari dana yg dikelola baziz OKI yang dikumpulkan dari pegawai negeri sipil di OKI. “Serta 20 Alquran dari Pemkab OKI,” pungkasnya. (yrl)