- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Vaksinasi Miningitis JCH Dikebut
KAYUAGUNG, SIMBURNEWS – Pemberian vaksin miningitis kepada para jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus dilakukan. Hal ini dilakukan mengingat waktu pelaksanaan ibadah haji tidak akan lama lagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H M Lubis SKm MKes menjelaskan, pemberian vaksin ini dilakukan untuk lebih memberikan kekebalan tubuh bagi para JCH. “Sebelumnya telah dilakukan pemberian vaksin ini di beberapa Puskesmas yang ditunjuk,” kata Lubis, Rabu (23/5).
Menurutnya, saat dilakukan pemberian vaksin beberapa waktu lalu ada beberapa pasien yang belum menerima vaksin karena beberapa hal seperti sakit. “Untuk para JCH yang belum divaksin saat dilakukan vaksin beberapa waktu lalu, dipersilahkan untuk melakukan vaksinasi di Kantor Dinkes OKI,” jelasnya seraya menambahkan petugas standby selama jam kerja.
Dengan mendapatkan vaksinasi ini, diharapkan dapat memperkuat kekebalan tubuh para jamaah dalam menjalankan ibadah haji. “Jadi ini dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penularan penyakit, sekaligus memastikan kondisi kesehatan JCH yang akan berangkat ke tanah suci Makkah dalam keadaan baik,” paparnya.
Lubis menambahkan, selain vaksinasi miningitis, jamaah juga dianjurkan untuk menerima vaksin influenza. “Ke depan, JCH juga wajib menjalani serangkaian tes kesehatan lainnya seperti jantung, paru, darah serta beberapa tes kesehatan lainnya,” ungkapnya.
Menurut Lubis, jika setelah dilakukan serangkaian cek kesehatan tersebut ditemukan ada jamaah yang terindikasi penyakit baik itu ringan maupun berat yang akan membahayakan kondisi kesehatan jamaah, yang bersangkutan akan diberikan perawatan secara intensif. “Kalau memang itu membahayakan kondisi kesehatan, selama menunggu dia akan mendapatkan perawatan intensif untuk kelancaran ibadahnya nanti,” terangnya. (yrl)



